Turunkan Angka Penularan HIV-AIDS, Dinkes Sosialisasi di Car Free Day
Sosial

Turunkan Angka Penularan HIV-AIDS, Dinkes Sosialisasi di Car Free Day

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS), Dinas Kesehatan Purworejo melaksanakan sosialisasi bahaya penyakit AIDS di Car Free Day (CFD), Minggu (01/12). Sosialisasi bertujuan untuk menurunkan angka penularan HIV-AIDS di masyarakat.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Purworejo, dr Darus berharap, warga dapat memeriksakan status HIV dan apabila dinyatakan positif terkena HIV, dianjurkanuntuk minum obat ARV sehingga virus tidak berkembang biak dan penderita tidak sampai ke stadium AIDS.

Ia menjelaskan, penyakit AIDS yang disebabakan oleh HIV (Human Imunodifisiensi Virus), mudah menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus HIV terdapat di darah, cairan kelamin dan air susu ibu penderita, sehingga perilaku yang berhubungan dengan cairan tersebut beresiko untuk menularkan penyakit HIV.

Sedangkan interaksi dengan penderita AIDS yang tidak berhubungan dengan cairan tersebut seperti berjabat tangan, makan minum bersama, WC bersama, tidak beresiko menularkan HIV.

Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS masih sangat rendah. Guna memberikan pemahaman serta mengajak masyarakat sadar akan bahaya penularan AIDS, Dinas Kesehatan Purworejo gencar melakukan sosialisasi atau penyuluhan tentang HIV/AIDS di masyarakat.

Dalam sosialisasi ini juga ditekankan agar jangan ada diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Penyakit itu bisa ditangani dengan minum obat ARV secara teratur, dan bisa menjadikan ODHA bisa hidup sebagaimana masyarakat pada umumnya,” ujarnya, Senin (02/11/2019).

Selain itu, dalam kegiatan sosialisasi itu, juga dilakukan pemeriksaan tensi darah, gula darah dan pemeriksaan HIV gratis. Ada 41 orang yang berani periksa status HIV dan hasilnya semua dinyatakan negatif. 

Perkembangan kasus HIV di kabupaten Purworejo pada yahun 2014 tertdapat 41 Kasus, 2015 ada 53 kasus, 2016 ada 71 kasus, 2017 ada 53 kasus, 2018 ada 64 kasus, dan 2019 sampai bulan Sept 52 kasus.

Sementara itu, untuk mencegah penukaran HIV /AIDS di Purworejo, pihaknya mengaku telah banyak melakukan program pencegahan di antaranya pemeriksaan terhadap LC dan pekerja tambak, sosialisasi dan Pemeriksaan HIV AIDS serta kunjungan pasien yang putus obat.