Membahayakan, Pintu Perlintasan Kereta Api Tak Berpalang Dikeluhkan Warga
Peristiwa

Membahayakan, Pintu Perlintasan Kereta Api Tak Berpalang Dikeluhkan Warga

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Beberapa titik perlintasan Kereta Api Indonesia (KAI) tak berpalang di Kecamatan Kutoarjo dan Butuh, dikeluhkan oleh warga. Pasalnya, setiap saat perlintasan tersebut sering dijadikan akses masyarakat dalam beraktivitas sehingga membahayakan keselamatan warga.

Beberapa titik perlintasan tak berpalang di dua kecamatan tersebut antara lain berada di Kelurahan Bayem, Kelurahan Semawung Kembaran, Desa Majir, Desa Andong dan Desa Dlangu.

Salah satu warga Desa Majir, Nanang, mengaku khawatir dan was-was saat melintasi perlintasan KA tersebut. Apalagi saat ini intensitas kereta api semakin meningkat dengan selesainya bangunan jalur rel ganda.

"Ya, sehingga masyarakat harus ekstra hati hati apabila melintas di jalan desa yang belum dibangunkan palang pintu tersebut. Ini harus tengok kanan kiri dan yakin betul kalau tidak ada kereta api mau lewat dan rel ganda intensitas kereta lewat hampir dua kali lipat," katanya, Selasa (03/12/2019).

Pihaknya memohon kepada pemerintah daerah atau dinas terkait untuk segera membangunkan palang pintu supaya warga masyarakat yang melintasi di perlintasan itu bisa nyaman dan aman. 

Sementara itu, anggota Fraksi PKB DPRD Purworejo Budi Sunaryo menambahkan, pihaknya menyikapi serius kondisi perlintasan kereta api di wilayahnya. Pasalnya, ia banyak mendapatkan keluhan dari warga masyarakat.

"Saya berharap hal ini mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang, agar tak ada korban jiwa akibat pintu perlintasan kereta api yang tak berpalang," ungkapnya.

Ungkapan senada diungkapkan oleh Kades Majir Budi Teguh Pamuj. Ia berharap kepada anggota DPRD tersebut untuk mengawal usulan supaya segera direalisasikan.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Purworejo Bambang Gatot Seno Aji menjelaskan, di wilayah Purworejo terdapat 45 perlintasan. Adapun rincian yakni dari Pemkab Purworejo ada 4 perlintasan, PT. KAI Persero 8 perlintasan, tidak sebidang underpass 1 lokasi dijaga dan tidak dijaga sebanyal 32 perlintasan.

"Kami sudah konsultasikan dan mintakan ijinnya ke PT KAI masalah perlintasan sebidang, pada 14 Oktober 2019 di Jakarta, melalui direktorat keselamatan perkeretaapian. Termasuk di Desa Majir, Kutoarjo, Pemda sudah memohon untuk dibangun pintu pertama sebidang. Sementara untuk membangun underpass antara lain di Desa Plandi Purwodadi dan di Desa Bagelen," jelasnya.