Penangkar Bibit Tanaman Purworejo Butuhkan Pasar Terpadu
Ekonomi

Penangkar Bibit Tanaman Purworejo Butuhkan Pasar Terpadu

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sentra bibit di wilayah Kecamatan Kemiri membutuhkan perhatian intensif dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Sentra berskala nasional tersebut membutuhkan tersedianya pasar bibit yang terpadu dan representatif sehingga memudahkan transaksi.

Hal itu diungkapkan sejumlah petani dalam kegiatan serap aspirasi reses masa persidangan I yang dilaksanakan oleh anggota DPR RI Dapil VI Jateng, Vita Ervina SE MBA di Kemiri Purworejo, Selasa (7/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Purworejo, Kepala Dinas Pertanian serta Camat Kemiri. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan petani penangkar bibit, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda juga konstituennya di Purworejo.

"Kami sebenarnya membutuhkan sentra pasar bibit yang representatif dan terpadu. Sehingga semakin mempermudak akses petani dalam memasarkan hasil pembibitannya," kata perwakilan penangkar bibit, Supriyono.

Lebih lanjut dikatakannya, selama ini para petani di wilayah Kemiri mengalami ironi lantaran pengeruk keuntungan terbesar dari bisnis pembibitan ini justru bukan petani namun para spekulan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. 

"Kemiri ini menjadi sentra pembibitan tanaman berbagai jenis yang terbesar di Indonesia. Namun, yang paling menikmati keuntungan justru bukan petani. Maka dibutuhkan infrastruktur yang mampu menunjang agar petani dapat lebih berdaulat khususnya dalam menentukan harga. Keberadaan pasar akan mampu membuat harga di pasaran stabil," katanya.

Sementara itu, Vita Ervina dalam kesempatan tersebut mengapresiasi beragam masukan yang memang sesuai dengan bidangnya di DPR RI yakni Komisi IV. Ia berjanji akan membawa aspirasi tersebut untuk disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian terkait agar petani Purworejo semakin berdaulat dan lebih sejahtera dengan dukungan infrastruktur serta penunjang lain yang dibutuhkan oleh para petani di Kemiri dan sekitarnya.

"Banyak sekali masukan yang berhasil kami serap dalam reses ini. Tentu menjadi kewajiban saya untuk dapat mengawal aspirasi yang telah disampaikan tadi ke pemerintah pusat agar ke depan lebih diperhatikan lagi," tandasnya.