Kurang Diperhatikan, Pemkab Diminta Benahi Wilayah Perbatasan
Wisata

Kurang Diperhatikan, Pemkab Diminta Benahi Wilayah Perbatasan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo diminta memperhatikan pembangunan wilayah perbatasan. Pasalanya wajah Purworejo di wilayah perbatasan, khususnya di Kecamatan Kaligesing, cukup memprihatinkan.

Warga Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Teguh Prayitno (41) mengungkapkan, destinasi wisata yang bertebaran di Kecamatan Kaligesing, khususnya di desanya seolah tenggelam dengan destinasi yang dimiliki wilayah tetangga.

Bahkan, ada spot wisata di wilayah Jogjakarta yang untuk memasuki area itu harus melalui Purworejo. Bagaimana wisata kita mau menonjol kalau di perbatasannya nyaris tidak ada wajahnya,” tutur Teguh Senin siang.

Dia menyatakan, hal mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kunjungan ke Purworejo adalah keberadaan jalan. Pengunjung dari arah Jogjakarta banyak yang melalui Gua Kiskendo untuk menuju Tuk Mudal. Namun, hanya sedikit yang mampir ke beberapa destinasi wisata di Purworejo seperti Goa Seplawan, Bukit Pinus Kalilo, dan Bukit Siegendol. 

Menurut hemat kami, di perbatasan itu perlu ditata,” tambah Teguh.

Menurutnya, di wilayah perbatasan akses jalan yang dimiliki Purworejo baru separuh dari lebar jalan di Jogjakarta. Kondisinya pun jauh berbeda karena jalanan Purworejo relatif jelek dan mengelupas. Dia meminta ada perhatian dari Pemkab Purworejo untuk menggarap kawasan tersebut.

Selain memerlukan pelebaran jalan, juga diperlukan semacam papan penunjuk yang besar. Kalau perlu dibuat semacam gerbang penunjuk yang megah sehingga orang akan tertarik untuk mendekat,” tambahnya.

Dia yakin jika jalan maupun pendukung lain di perbatasan baik maka orang akan melirik dan tidak segan mengarahkan kendaraannya ke wisata di Purworejo. Tidak menutup kemungkinan, pengunjung akan menomorsatukan kunjungannya ke destinasi di Purworejo dibanding destinasi lain.

Pernyataan hampir sama diungkapkan Supriyono (74), warga setempat. Dia menilai Pemkab diperlukan untuk terlibat. Kalau pun harus mengubah lahan, menurutnya, pemkab tidak akan sulit karena lahan yang ada milik Perum Perhutani.

Turun tangannya pemerintah itu memang diperlukan, karena masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Kaligesing sudah bergerak. Setidaknya melalui membuka tempat wisata dan mengelolanya dengan baik bisa membuat Purworejo sebagai tujuan wisata utama.

Saya melihat hanya butuh keseriusan Pemkab. Mau memajukan wisata yang ada atau tidak,” kata Supriyono.