Menggelitik, Netizen Ramai Serang Akun Instagram Raja Keraton Agung Sejagad
Advertorial

Menggelitik, Netizen Ramai Serang Akun Instagram Raja Keraton Agung Sejagad

Bayan, (purworejo.sorot.co )--Netizen ramai-ramai menyerang akun Instagram yang diduga milik Raja Keraton Agung Sejagad (KAS), Sinuwun Toto Santoso Hadiningrat. Akun dengan nama HRH Toto Santoso Hadiningrat itu dibanjiri ratusan komentar disetiap postingan terbarunya. Padahal sebelumnya postingan-postingan tersebut sepi dari komentar.

Toto Santoso Hadiningrat sebelumnya membuat gempar masyarakat dengan mengaku sebagai raja keturunan Majapahit yang mendirikan KAS di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, belum lama ini.

Sang raja mengklaim kekuasaannya mencakup seluruh dunia, bahkan KAS, menurut Toto juga memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu united nation, serta memiliki International Court Of Justice Dan Defense Council.

Dan, Pentagon adalah Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagad, bukan milik Amerika,” kata Toto.


Atas perbuatanya itu, netizen baik dari Kabupaten Purworejo maupun dari berbagai daerah menyerang akun Insatgram sang raja dengan olok-olokan menggelitik. Beragam komentar dilontarkan, netizen terheran-heran dengan ulah pria paruh baya ini. 

"Ada lowongan nggak dikeraton? Mau ngelamar terserah bagian apa," ungkap akun @Wahyu_nuruh_huda_al_mubarok.

"Gusti sinuwun mohon kebijakanya untuk menurunkan harga kinderjoy buat kami para rakyat jelata ini," tulis akun @ali.bapak.

"Ati-hati paduka, pasukan kerajaan madangkara sudah hampir memasuki batas kerajaan," tulis akun @its_me_sigit

Bahkan tidak sedikit warganet yang mengecam tindakan yang dilakukan Toto bersama para pengikutnya.

Keberadaan KAS ini tengah diselidiki oleh berbagai pihak. Tidak sedikit warga setempat yang merasa terganggu dengan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok KAS ini.

Camat Bayan, Moeharjono, membenarkan telah mendapat pengaduan dari Kepala Desa Pogung Jurutengah terkait keberadaan keraton baru di desa tersebut. Pihaknya telah berkordinasi dengan beberapa pihak untuk meneruskan laporan ke Bupati Purworejo.