Tanggapi Munculnya Kerajaan Baru di Purworejo, Angko : Pencetusnya Orang Stres
Peristiwa

Tanggapi Munculnya Kerajaan Baru di Purworejo, Angko : Pencetusnya Orang Stres

Bayan,(purworejo.sorot.co)--Viralnya pemberitaan soal adanya klaim Kerajaan Agung Sejagat di Desa Pogung, Kecamatan Bayan membuat sejumlah tokoh budayawan dan Ormas di Purworejo angkat bicara. Pasalnya kerajaan agung sejagat tersebut dinilai kontroversial.

Dikatakan oleh budayawan Purworejo, Angko Setyarso Widodo, bahwa menurutnya pencetus kerajaan agung sejagat ini adalah orang kurang waras dan kurang mengerti akan sejarah Purworejo.

Bagi saya pencetusnya adalah orang stres, menurut infonya pengikutnya banyak dan malah mereka sampai rela mengeluarkan uang untuk kerajaan tersebut. Atau mungkin ditipu untuk kepentingan bangun desa wisata misalnya,” kata Angko yang juga ketua Dewan Kesenian Purworejo ini, Selasa (14/01/2020) pagi.

Menurutnya, ini sangat memprihatinkan jika ini betul mau deklarasi kerajaan sejagat, karena ini menunjukkan fakta sosiologi atau kultural masyarakat desa di Purworejo masih percaya terhadap feodalisme, bahkan mungkin lebih feodal dari para priyayi sekarang. 

Konsep pemimpin bagi mereka bukan yang visioner, pinter dan kriteria lain yang hari ini disematkan, tetapi masih gunakan konsep ratu adil, mungkin diaspora ahli sosiologi atau kebudayaan perlu meneliti secara serius fenomena ini,” bebernya.

Sementara itu, menanggapi fenomena tersebut Sekretaris Umum PC Ansor Purworejo M. Tashilul Manasik mengatakan, fenomena ini perlu ditelusuri lebih dalam lagi, terutama terkait dengan kebenaran dari sudut pandang sejarahnya.

Karena mereka berstatmen akan meneruskan perjuangan kerajaan. Kalau hal itu tidak bertentangan dengan ideologi Bangsa dan Negara tidak jadi persoalan. Tetapi jika ada kepentingan yang berlawanan dengan asas ideologi bangsa, maka harus segera ditindak,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya juga sudah banyak masukan dari masyarakat bahwa kegiatan kerajaan baru itu sampai larut malam sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Nanti kita tunggu respon dari pihak yang lebih berwajib saja mengenai fenomena ini. Yang jelas apakah mereka ini hanya ingin nguri-nguri budaya atau apa, karena juga masih simpang siur,” pungkasnya.