Penyembelihan Hewan Kurban Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Ekonomi

Penyembelihan Hewan Kurban Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Purworejo mengingatkan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah pada 31 Juli 2020 mendatang. 

Saya minta dari dinas terkait untuk tetap memantau penerapan new habit saat perayaan Hari Raya Idul Adha sesuai dengan Peraturan Bupati Purworejo. Mulai dari memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pengecekan suhu badan,” kata Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH saat dikonfirmasi, Senin (29/7/2020).

Terlebih kini kasus positif Covid-19 tengah melonjak tajam di Kabupaten Purworejo. Pihaknya meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan selama berkegiatan, utamanya, saat proses penyembilahan hewan kurban. 

Tentunya kita harus tetap waspada dengan tetap disiplin bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan. Termasuk dalam penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha, harus tetap disiplin,”  ungkapnya.

Terpisah, Kabid Peternakan DPPKP Purworejo, Ir Siti Lestari MM, menyebut dalam masa pandemi ini penyembelihan hewan kurban boleh dilakukan di masjid, musala, tingkat RT atau RW. Namun, penyembelihan tidak boleh dilakukan secara berkerumun.

Upayakan daging langsung diantar ke rumah-rumah penerima agar penerima tidak mengambil sendiri,” sebutnya.  

Terkait pemeriksaan hewan kurban, petugas peternakan dari dinas telah melayani sesuai surat yang masuk. Pemeriksaan telah  dilakukan di pasar-pasar hewan dan para pedagang pengepul hewan.

Kami juga melakukan pemeriksaan pada lembaga yang melakukan pemotongan hewan dalam jumlah banyak,” jelasnya.  

Menurutnya, sosialisasi juga terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Seperti melihat ciri-ciri hewan yang sehat, yakni mata cerah bersinar, pertumbuhan bulu halus bagus, kulit mengkilap, dan gemuk yang berarti hewan tidak ada indikasi cacingan.

Adapun pada hewan yang disembelih, kata Siti Lestari,  yang utama dilihat adalah hati.

Jika hati terpapar cacing, maka akan terdapat lubang-lubang dan seperti berkapur. Semakin banyak lubang berarti paparan cacingnya semakin banyak. Kalau terjadi seperti ini, maka hati hewan tersebut, harus dimusnahkan dengan cara dikubur, adapun dagingnya tetap aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.