Galang Sumbangan Abal-abal Atas Namakan Anak Yatim, Dua Bocah Punk Diamankan Satpol PP
Hukum & Kriminal

Galang Sumbangan Abal-abal Atas Namakan Anak Yatim, Dua Bocah Punk Diamankan Satpol PP

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo mengamankan dua anak jalanan (Anjal) yang kerap melakukan penggalangan bantuan atau sumbangan abal-abal di jalan raya. Keduanya diamankan di perempatan Mickey Mouse Purworejo pada Selasa (22/9) sekitar pukul 13.00 WIB. 

Dalam setiap aksinya, salah satu pelaku mengenakan pakaian ala santri dengan membawa kotak bertuliskan ‘Magelang Peduli Anak Yatim’, cara tersebut dipakai agar mengundang empati masyarakat.

Kedua Anjal berinisial MF (16) asal Desa Redin Kecamatan Gebang dan SM (21) asal Kampung Brengkelan Kelurahan/Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo.  

Diketahui, dana yang berhasil dihimpun digunakan untuk foya-foya bersama remaja lain yang terafialisasi dalam jaringan anak Punk Purworejo dan Magelang.

Penangkapan terhadap keduanya diwarnai aksi kejar-kejaran. MF yang mengetahui kedatangan mobil Satpol PP nekat melarikan diri dengan memasuki dan memanjat atap rumah warga. Meski sempat hendak melakukan perlawanan, MF akhirnya diringkus petugas di ruas Jalan Kemuning, tidak jauh dari lokasi. Sementara SM ditangkap saat tiduran di sekitar lokasi. 

Selain keduanya, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kotak kardus yang berisi uang recehan lebih dari Rp100 ribu. 

Kepala Satpol PP Damkar Budi Wibowo SSos MSi melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Endang Muryani SE, menyebut penertiban terhadap keduanya dilakukan setelah banyaknya laporan dari warga yang merasa resah. 

Para pelaku lalu dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan bersama dengan petugas Reskrim Polres Purworejo. Sebagai efek jera, keduanya juga diminta menulis surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa dengan disaksikan perwakilan orang tua atau keluarga. 

Menurut Endang, banyak fakta mencengangkan dari hasil pengakuan pelaku saat diintrogasi. Dalam 4 pekan terakhir saja, mereka mampu menghimpun uang dari pengguna jalan sekitar Rp4 juta lebih. 

Yang hari ini kita hitung ada seratus ribu lebih. Ini kita sumbangkan ke masjid atau tempat lain yang berhak,” katanya.

Dalam setiap aksinya, MF berperan meminta-minta bantuan kepada pengguna jalan. Sementara SM berperan mengawasi di sekitar lokasi.  

Jadi SM ini semacam backingannya. Sebenarnya ada satu anak lagi, tapi katanya sudah pulang ke Magelang,” lanjutnya. 

Lebih lanjut diungkapkan bahwa perbuatan keduanya melanggar Perda Nomor 8 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Keindahan, dan Kebersihan (K3). Terlebih, berdasarkan laporan warga, MF dan SM sangat meresahkan karena kerap berpindah-pindah lokasi aksi. Mereka juga pernah melakukan aksi pencurian di Jalan Pramuka. 

Mereka ini juga sering di lampu merah Bank Jateng, Kantor Pos, dan sejumlah tempat lain,” ungkapnya. 

Endang berharap, masyarakat dapat lebih selektif dalam memberikan bantuan saat di jalan raya. Jika mendapati hal yang mencurigakan, warga diharapkan dapat turut mengawasi atau memberikan informasi kepada petugas Satpol PP atau kepolisian.