Dinparbud Gelar Lomba Vlog Museum, Video Wajib Diisi Konten Prokes Cuci Tangan
Wisata

Dinparbud Gelar Lomba Vlog Museum, Video Wajib Diisi Konten Prokes Cuci Tangan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo menggelar Lomba Menulis Folklore dan Lomba Vlog bagi pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Purworejo. Untuk total hadiah yang disediakan masing-masing lomba senilai Rp12 juta.

Kedua lomba telah dibuka dengan tenggat waktu pengumpulan karya mulai tanggal 15 hingga 26 November 2020. Saat ini, sejumlah karya diterima oleh UPT Pengelolaan Kawasan Alun-alun Purworejo yang juga membawahi pengelolaan Museum Tosan Aji, selaku panitia penyelenggara.

Karena ini masih dalam masa pademi covid-19 dan lomba vlog di lingkungan musium tosan aji, maka bagi para peserta wajib mematuhi protokol kesehatan, antara lain wajib memakai masker, jaga jarak dan sebelum masuk lingkungan untuk aktivitas pengambilan video juga diwajibakan mencuci tangan pakai sabun terdahulu yang telah disediakan. Untuk pengumuman hasil lomba rencana akan dilakukan pada 4 Desember 2020,” kata Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Alun-alun Purworejo, Agus Prediat, usai melakukan rapat koordinasi penilaian dengan para juri lomba di kantor UPT setempat, Jumat (20/11/2020).


Lanjutnya, sesuai pengumuman yang telah beredar ke sekolah-sekolah, Lomba Vlog mengangkat tema (Ayo ke Museum Tosan Aji). Secara teknis, lomba dapat diikuti oleh tim atau kelompok dengan maksimal anggota 5 orang.  

Setiap tim hanya diperbolehkan mengirim 1 karya terbaiknya dengan durasi video 8-10 menit, ungkapnya.

Kemudian, dikatakannya, untuk Lomba Menulis Folklore bertema (Menulis Folklore untuk Menggali dan Mengabadikan Cerita Rakyat Purworejo). Para pelajar yang menjadi peserta dapat mengangkat legenda tokoh atau tempat bersejarah di seluruh wilayah di Kabupaten Purworejo.

Ya, untuk kedua lomba tidak dipungut biaya alias gratis. Panitia juga menyediakan souvenir menarik bagi 20 pengumpul karya pertama lomba Vlog dan 100 pengumpul pertama lomba Menulis Folklore. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di media sosial Museum Tosan Aji, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinpabud Purworejo, Agung Wibowo AP, mengungkapkan bahwa kedua lomba tersebut digelar dengan sumber dana DAK Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2020. Menurutnya, Lomba Vlog menjadi salah satu wahana startegis untuk menyosialisasikan dan mengenalkan keberadaan museum beserta isinya. 

Lebih dari itu, juga untuk mengajak masyarakat untuk berwisata secara aman meskipun masih dalam masa pendemi, ucapnya.

Sementara Lomba Menulis Folklore merupakan upaya Dinparbud untuk menggali dan mengabadikan cerit rakyat di Kabupaten Purworejo. Menurutnya, Purworejo dengan 494 desa dan kelurahan memiliki banyak potensi cerita rakyat yang belum tergali.

Tulisan-tulisan dari para peserta menjadi sumber referensi awal dan akan ditindaklanjuti dengan kajian-kajian sehingga cerita rakyat beserta potensi kebudayaan lain yang melekat dapat tuntas tergali.

Upaya mengungkap serta mengabadikan cerita rakyat ini memang harus bertahap karena jumlahnya di Purworejo sangat banyak. Sebagai tindak lanjutnya kita telah menyiapkan berbagai langkah, misalnya menggandeng akedemisi dan atau budayawan untuk melakukan penelurusan lebih jauh, ungkap Agung.

Menurut Agung, adanya cerita-cerita rakyat yang diangkat sekaligus untuk melengkapi referensi benda-benda pusaka atau purbakala yang ada di museum. Karena, masih banyak koleksi tosan aji yang belum memiliki referensi sejarah lengkap.

Tentunya tidak menutup kemungkinan cerita-cerita rakyat yang diangkat oleh peserta nanti juga nyambung dengan koleksi benda-benda bersejarah yang ada di museum, pungkasnya.