Mertua TNI AL yang Gugur di Kapal Selam Doakan Calon Cucunya Teruskan Perjuangan Sang Ayah
Peristiwa

Mertua TNI AL yang Gugur di Kapal Selam Doakan Calon Cucunya Teruskan Perjuangan Sang Ayah

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 pada saat melakukan latihan penembakan senjata strategis di perairan utara Bali, Rabu (21/04) lalu, tentunya meninggalkan duka yang mendalam bagi Indonesia khususnya bagi para keluarga korban awak kapal yang merupakan prajurit TNI AL. 

Salah satu istri korban tenggelamnya Nanggala 402, Dwi Ariastanti (25) yang tinggal di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, kaget saat mendengar kabar bahwa KRI Nanggala telah hilang kontak. 

Keresahan dari Dwi kian memuncak ketika mendapat kabar lagi bahwa semua awak kapal dinyatakan gugur. Istri dari Kelasi Isyarat (Kls isy) Gunadi Fajar Rahmanto yang menjadi salah satu korban tenggelam, juga tengah mengandung anak pertama mereka yang telah menginjak usia kehamilan 8 bulan.

Sunarto (68) ayah dari Dwi Ariastanti saat ditemui mengatakan, saat pertama menerima kabar dari grup para istri awak kapal KRI Nanggala 402 anaknya sempat shock. Namun keadaannya kini mulai membaik meskipun masih kelelahan karena menerima banyak tamu yang datang untuk mengucapkan rasa bela sungkawanya.

Minggu (25/04) datang dari Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) Yogyakarta, Cilacap dan Surabaya. Kemarin datang juga dari Mensos, saat ini Wiwik (Panggilan akrab Dwi) sedang tidur karena kelelahan, kata Sunarto, Selasa (27/05/2021).

Lanjutnya, diungkapkan Sunarto, dirinya sekeluarga, terakhir bertemu dengan Gunadi pada tanggal 19 Maret saat acara 7 bulanan kandungan anaknya yang di gelar di tempat asal Gunadi yaitu Kabupaten Bantul. Sedangkan anaknya Dwi, terakhir kontak dengan Gunadi tanggal 19 April pada saat sebelum berangkat berlayar.  

Anak saya berkomunikasi dengan Gunadi melalui video call. Saat video call itu Gunadi berpesan pada anak saya untuk menjaga diri dan anak yang ada dikandungannya, ucapnya lirih seraya mencoba untuk tetap tegar.

Diceritakan, sebelum kejadian tenggelamnya Nanggala 402, dirinya sekeluarga tidak mempunyai firasat apa-apa, bahkan rencananya Gunadi akan pulang pada hari Sabtu (24/04) dan akan mengajak anaknya untuk menyiapkan kelahiran anak pertama mereka. Gunadi dan anaknya sendiri belum genap setahun menikah, mereka baru menikah pada Juli 2020 lalu.

Sebelum menikah, Gunadi dan anaknya berkenalan melalui sosial media pada saat anaknya kuliah perawat di Unisa Yogyakarta. Sedangkan Gunadi masih baru bertugas sebagai satsel (Satuan Kapal Selam) TNI AL di Surabaya. Setelah menjalin hubungan selama 5 tahun akhirnya Gunadi dan anaknya menikah.

Selain itu, dikisahkan Sunarto, Gunadi merupakan sosok yang lemah lembut, disiplin dan rajin beribadah.

Menantu saya itu rrajin puasa Senin Kamis, bahkan kadang mengingatkan saya untuk puasa kalau saya lupa, ucapnya.

Sementara itu, kakak dari Dwi, Dian Kurniawan melihat sosok Gunadi adalah orang yang sedikit pendiam.

Ya, adik saya pendiam kalau nggak ditabuh dulu nggak bunyi, jadi kalau ngobrol harus saya yang memulai pembicaraan, ungkapnya.

Meskipun begitu, dirinya sering mengajak Gunadi untuk sekedar berbincang-bincang dan kadang juga menemaninya begadang saat Gunadi pulang ke Purworejo.

Lanjutnya, dikatakan Dian, saat ini kondisi dari adiknya Dwi secara psikologis serta kehamilannya stabil dan tidak ada masalah. Kandungannya sudah diperiksa oleh dokter dari Lanal yang berkunjung dan menunjukkan hasil yang baik.

Kemarin juga ada psikolog saat kunjungan dari Lanal, secara psikologis juga stabil, ungkapnya.

Menurut Dian, kini semua keluarga telah mengikhlaskan kepergian dari Gunadi untuk selama-lamanya. Dian juga berharap adiknya dan anak yang berada di dalam kandungannya sehat sampai nanti anak tersebut lahir. 

Harapan saya juga nanti anak itu bisa menjadi anak yang soleh atau solehah dan bisa meneruskan cita-cita dari ayahnya, pungkasnya.