Kejaksaan Negeri Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Propendakin Tahun 2018
Hukum & Kriminal

Kejaksaan Negeri Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Propendakin Tahun 2018

Purworejo,(purworejo.sorot.co)–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purworejo berhasil mengungkap dua tersangka dugaan kasus tindak pidana Program Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin (Propendakin) tahun anggaran 2018 di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades). Keduanya yakni perempuan berinisial DMM (54) dan S yang diketahui telah meninggal dunia.

Tersangka S merupakan oknum pegawai Dinpermades, dan DMM diketahui menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teksnis Kegiatan (PPTK), pada kasus tersebut. Pada saat itu, DMM menduduki posisi sebagai Kepala Sub Bidang Kependudukan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang Pemerintah Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Purworejo.

Bahwa sebelum program ini dilaksanakan, dan baru akan disosialisasikan, dasar program Propendakin yakni Perbup Nomor 37 Tahun 2018 dirubah/dipalsukan olek oknum S bersama tersangka DMM. Kemudian, Perbub yang telah dipalsukan digandakan, dan dibagikan kepada perwakilan kecamatan dalam sosialisasi propendakin,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo, Sudarso, SH, Kamis (10/6/2021) sore.

Dijelaskan pemalsuan dilakukan pada hilangnya frasa harian, minggunan dalam pasal 8 ayat (6) Perbup Nomor 37 Tahun 2018. Pemalsuan terhadap Perbub itu, lanjut Sudarso, menyebabkan hilangnya frasa yang mengatur mekanisme penyaluran bantuan. Program tersebut seharusnya diserahkan dengan cepat dan memberikan manfaat harian/mingguan, justru menjadi tahunan. 

Akibat adanya pemalsuan tersebut mengakibatkan dampak menghilangkan kebijakan awal Propendakin yang telah ditetapkan sebelumnya. Yang seharusnya dapat membawa manfaat secara cepat yakni harian/mingguan, menjadi lama, tahunan,” kata Sudarso.

Dalam pelaksanaan program Propendakin Kabupaten Purworeno tahun anggaran 2018, menyerap anggaran Rp 11,6 miliar. Disalurkan ke 464 desa. Sedangkan yang tidak dicairkan sebesar Rp125 juta oleh lima desa.

Bahwa dalam realisasinya, bentuk bantuan Propendakin tahun 2018 kepada masyarakat penerima sebagai besar diberikan dalam bentuk ternak, seperti itik, kambing, ayam, bebek dan lain-lain,” imbuhnya.

Perbuatan tersangka dalam mengubah/memalsu Perbup Nomor 37 Tahun 2018 tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian perekonomian daerah. Yakni, kata Sudarso, masyarakat miskin yang seharusnya dapat mempunyai pendapatan jangka pendek dari program Propendakin justru menerima kemanfaatan tahunan, sehingga program tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1), subsidair pasal 3, lebih subsidair pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, Jo pasal 55 ayat (1) ake-1 KUHPidana.

Hingga saat ini kejaksaan, melakukan penahanan terhadap tersangka DMM, di Rumah Tahanan Purworejo. Selama duapuluh hari kedepan.