<p>Kunjungan ke Purworejo, Menkop UKM Dorong Peningkatan Jumlah Pelaku Usaha</p>
Pemerintahan

Kunjungan ke Purworejo, Menkop UKM Dorong Peningkatan Jumlah Pelaku Usaha

Purworejo, (purworejo.sorot.co) --Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo, yang dipusatkan di Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (28/8/2021). Dirinya hadir untuk melihat langsung produksi Gula Kristal, sekaligus menyaksikan launching produk terbaru yakni nexstar coconut syrup.

Didampingi Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Menkop UKM menempelkan logo produk terbaru milik Kopwan Srikandi yang telah siap dieksport. Menkop UKM juga sempat meresmikan rumah produksi gula kristal (brown sugar) di Desa Wonoroto.

Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, Kopwan Srikandi perlu didorong untuk terus mengembangkan potensinya. Selain itu, para petani yang menjadi mitranya juga perlu untuk dibina dan didorong agar lebih berkembang.

“Kopwan Srikandi perlu melakukan pengembangan pabriknya atau mungkin kemitraan di petaninya. Karena petani kelapanya yang menjadi supplier juga harus dipikirkan, agar mereka dapat mengembangkan bagaimana mendapatkan bibit kelapa yang unggul. Jadi tidak hanya dari bisnis saja, tetapi juga fungsi sosialnya, ada proses edukasinya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Teten mengajak Provinsi, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan bank-bank untuk bersama-sama berintegrasi untuk pengembangan koperasi-koperasi seperti Kopwan Srikandi ini.

“Petani kelapa kan luas di Indonesia ini, sehingga suplai bahan bakunya akan cukup. Sehingga kalau ini diperbesar, dapat menjadi model koperasi produksi yang masuk dalam skala bisnis,” imbuhnya.

Dirinya berharap, pada tahun 2045 Indonesia akan benar-benar mampu menjadi negara maju. Salah satu syarat untuk mewujudkannya adalah dengan menambah wirausaha.

“Kita ini kurang dari 4 persen, padahal untuk menjadi negara maju minimal ada 4 persen. Harapannya di tahun 2045 sesuai prediksi, kita mempunyai potensi untuk menjadi negara maju. Nah salah satu syaratnya harus menambah wirausaha baru,” ujarnya.

Teten menambahkan, bertambahnya produsen permesinan juga perlu didorong agar kedepan dapat berkembang menjadi industri permesinan. Dirinya menceritakan, dahulu industri di Eropa juga terus tumbuh karena industri permesinnya juga tumbuh.

“Jadi bukan hanya memproduksi gula, tetapi kita juga bisa memulai memproduksi permesinan. Arah UMKM koperasi mengarah ke indutrialisasi ya seperti itu. Jadi jangan koperasi dan UMKM masih mikro-mikro terus, kita harus mulai mengkonsolidasi menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar,” pungkasnya.

Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH menjelaskan, saat ini di Kabupaten Purworejo terdapat 279 koperasi dengan jumlah anggota mencapai 49.646 orang. Jumlah assetnya mencapai Rp 552 milyar dan omzetnya Rp 448,5 milyar.

Saat ini baru terdapat 3 koperasi rantai pemasok yang sudah melakukan eksport yakni Kopwan Srikandi, Koperasi Karmatera dan KSU Mitra Usaha. Sedangkan untuk UMKM berjumlah 33.532 unit, dengan berbagai bidang usaha. Beberapa diantara sudah berorientasi ekspor, antara lain brown sugar, kayu dan kerajinan bambu.

“Kami berharap Pemerintah Pusat dapat terus memberikan dukungan dan fasilitasi agar koperasi dan UMKM di Kabupaten Purworejo semakin maju dan berkembang. Apalagi saat ini, ditengah berbagai permasalahan akibat pandemi yang telah mempengaruhi hampir semua sektor,” kata Wabup.