Puluhan Desa dan Kelurahan di Purworejo Krisis Air Bersih
Sosial

Puluhan Desa dan Kelurahan di Purworejo Krisis Air Bersih

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Puluhan desa/kelurahan di Kabupaten Purworejo mengalami krisis air bersih. Data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Purworejo nomor 160.18/394/2021 tentang Status Keadaaan Darurat Bencana Kekeringan atau Kekurangan Air Bersih di Kabupaten Purworejo yang telah diterbitkan pada awal September 2021 lalu. Terbilang 69 desa/kelurahan yang mengalami krisis air bersih tersebut.

Di dalam SK tersebut dijelaskan pertimbangan penetapan SK bahwa berdasarkan prakiraan dari BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, puncak musim kemarau akan terjadi di seluruh Jawa Tengah dan berlangsung pada bulan Agustus hingga Oktober 2021.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Budi Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kondisi yang terjadi saat ini sebenarnya tidak terlalu ekstrim dibandingkan dengan musim kemarau sebelumnya. 

Tetapi kami sudah menyiapkan langkah-langkah jika terjadi kekeringan atau masyarakat membutuhkan air bersih. Munculnya SK itu menjadi dasar kami untuk mempersiapkan segala sesuatunya jika kekeringan terjadi, katanya, Selasa (14/09/2021).

Lanjutnya, berdasakan SK tersebut, wilayah rawan kekeringan tercatat ada 69 desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya yakni Kecamatan Bagelen (7 desa), Kecamatan Banyuurip (10 desa), Kecamatan Bener (13 Desa), Kecamatan Gebang (5 desa), Kecamatan Pituruh (2 Desa), Kecamatan Kaligesing (11 desa), Kecamatan Loano (1 desa), Kecamatan Kemiri (2 Desa), Kecamatan Purworejo (13 desa), Kecamatan Grabag (3 Desa), serta Kecamatan Bayan dan Kecamatan Purwodadi masing-masing 1 desa. 

Sejumlah desa di beberapa kecamatan itu merupakan langganan kekeringan. Seluruh wilayah tersebut sudah diminta sejak awal untuk menyajikan data guna keperluan droping air bersih, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logsistik BPBD Purworejo Khusairi, menjelaskan, bahwa BPBD Purworejo sudah melakukan droping air ke sejumlah daerah terdampak. Droping dilakukan setelah pihak desa/kelurahan berkomunikasi atau mengajukan permintaan bantuan pengiriman air bersih.

Ya, sudah ada beberapa desa yang minta dikirimi air bersih. Kita berharap pasokan ini tidak terlalu lama, karena sebagian wilayah sudah mulai turun hujan, pungkasnya.