Milad ke-109 Muhammadiyah, AMM Tabuh Genderang Perang Lawan Hoax
Pendidikan

Milad ke-109 Muhammadiyah, AMM Tabuh Genderang Perang Lawan Hoax

Purworejo,(purworejo.sorot.co)–Perayaan Milad Muhammadiyah ke 109 tahun 2021 menjadi momentum Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menabuh genderang perang terhadap peredaran berita hoax. Kabar hoax nyatanya kini menjadi ancaman bagi generasi bangsa. Terlebih, adaptasi masyarakat terhadap era digital dinilai belum terlalu matang yang mengakibatkan berita hoax tumbuh subur saat ini.

Pernyataan perang ditandai dengan penandatanganan deklarasi memerangi Hoax dan mendungkung Purworejo Smart-City dalam kegiatan Sarasehan AMM Muhammadiyah ke 109 Tahun 2021 dengan tema Revitalisasi AMM Menyongsong Purworejo Smart-City, di Ruang Seminar Kampus Sucen Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jumat (27/11/2021) kemarin.

Dalam kegiatan itu, AMM menggandeng Masyarakaf Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sejumlah mahasiswa lain.

Septiadi Eko Nugroho dari Mafindo mengungkapkan, informasi di era digital saat ini sangat mempengaruhi bagaimana orang mengambil keputusan. Setiap kali ada momentum yang mendapatkan perhatian publik selalu diwarnai dengan informasi yang keliru, entah itu sifatnya sengaja atau tidak sengaja. Hal itu pentingnya masyarakat untuk bisa mengambil keputusan terbaik dari segala informasi yang membanjir di era digital.

Salah satu caranya yakni tabayun (kroscek) nah bagaimana kors cek ada teknik dan ilmunya. Sebab mungkin informasi yang salah itu sifatnya tidak sengaja, tetapi tidak dipungkiri, ada juga orang yang niat untuk mengelabui masyarakat dengan konten yang sifatnya sesat dan agar masyarakat keliru dalam mengambil keputusan, katanya.

Dijelaskan, dalam sarasehan ini bisa belajar bersama, bagaimana mengecek konten yang benar dn disini selain dibutuhkan skil tetapi juga kemampuan psikis atau emosi. Jangan mudah terhasut dengan konten yang sumbernya tidak jelas.

"Indonesia ini dikenal sebagai masyarakat agamis, sebuah value yang bisa digali untuk menyikapi hal tersebut," jelasnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo, Drs. H. Pudjiono mengungkapkan, sarasehan kali ini bersamaan dengan dengan Milad Muhammadiyah yang Ke 109. Bisa menjadi tonggak sejarah di abad jeda usia Muhammadiyah.

Dalam sarasehan ini mari belajar mengasah hati, generasi saat ini dituntut cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas sosial serta spiritual. AMM harus siap berkolaborasi dengan komponen pemuda yang lain untuk menjadikan purworejo mulyo, tidak hanya pada fisik, tetapi juga kearifan, keadilan dan kemakmuran, ungkapnya.

Harapannya, 20 tahun kedepan pemuda saat ini harus sudah siap menerima perubahan, mulai hari ini berikan solusi bagi semua permasalahan di masyarakat, usulan kebijakan (Perda) aplikasinya jangan sampai tumpang tindih. Konflik horizontal di proyek pembangunan bendungan bener juga perlu mendapat advokasi.

"Belajar dari Papua, konflik yang terjadi berkepanjangan disana, itu karena masyarakat lokat tidak mendapatkan hak yang sesuai, kurang atau tidak menikmati apa yang seharusnya mereka dapatnya," harapnya.

Ditambahkan, tema yang diambil dalam sarasehan kali ini sangat pas, harapannya kedepan AMM tidak menjadi beban pemerintah, tetapi justru bisa berkontribusi pada pembangunan bangsa dalam segala aspek kehidupan. Hal itu perlu pemikiran kritis yang menjadi bagian yang disampaikan ke pemerintah, tidak hanya kritis tetapi juga harus solutif.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Purworejo, Subur Pujiono menyatakan, peserta di kegiatan hari ini diikuti sekitar 100 orang, terdiri dari perwakilan Angkatan Muda Muhammadiyah Purworejo, diantaranya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Purworejo, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Daerah Hizbul Wathan, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Tapak Suci, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Kami menghadirkan KNPI Kabupaten Purworejo dan Himpunan Mahasiswa Islam Kabupaten Purworejo dan narasumber dari Septiadi Eko Nugroho dari Mafindo dan Dr Rina Mashar dari UD Jogjakarta, ucapnya.

 

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.