Hilang Usai Pamit Ngaji, Gadis 10 Tahun Tak Kunjung Kembali Pulang
Peristiwa

Hilang Usai Pamit Ngaji, Gadis 10 Tahun Tak Kunjung Kembali Pulang

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Anindita Aulia Hafiizah (Dita) bocah umur 10 tahun, yang pamit mengaji, Senin (10/01/2022) pukul 17.30 WIB, hingga kini belum kembali sehingga membuat cemas kedua orangtuanya. Siswi SDN Pangenjurutengah 2 hilang usai pamit pergi mengaji ke rumah gurunya.

Dita merupakan putri pasangan Ratna Asih (30) dan Joko Wibowo (31), warga Sitanjung RT.1/RW.3 Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan Purworejo. Ia rutin belajar mengaji bersama guru ngajinya Siti Mukodaroh, yang rumahny hanya berjarak 4 rumah Dita.

Lurah Pangen Jurutengah, Widodo membenarkan Dita merupakan warganya yang hilang tersebut. Pihaknya mendapat laporan dari Babinsa kalau terdapat warga Pangen Jurutengah hilang sejak pamit mengaji pada Senin (10/01) petang. 

Kami berusaha menyebar informasi hilangnya Dita melalui media sosial, kata Widodo, Rabu (12/01/2022).

Lurah Widodo mengatakan, pihaknya, pada Selasa (11/01) menuju kediaman Dita, namun pihaknya dipersilahkan memasuki rumah Solihin yang merupakan masih kerabat Dita.  

Ya, karena ibu Dita dalam kondisi lemas, tidak bisa ditemui. Jadi kami di rumah Pak Solihin yang merupakan kerabat Dita sekaligus Kepala Lingkungan RW 03, Padukuhan Sitanjung, sudah berkumpul Babinsa Koramil Kecamatan Purworejo Sugiyono beserta tokoh masyarakat Kelurahan sini, ujarnya.

Sementara itu, Bhabinsa Koramil Kecamatan Purworejo, Sugiyono menceritakan, bahwa pada Senin malam (10/01) dirinya mendapat laporan dari masyarakat terkait hilangnya Dita. Sehingga pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintahan Kelurahan Pangen Jurutengah.

Saya membuat informasi kehilangan di media sosial, karena tidak tahu kontak person keluarga, maka saya mencatumkan nomer WhatsApp milik saya pribadi. Dari informasi tersebut banyak pihak yang membantu tetapi ada juga pihak yang memperkeruh, kata Sugiyono.

Lanjutnya, ada beragam tanggapan terkait dengan informasi kehilangan yang dipostingnya.

Ada seseorang dari luar kota, katanya melihat dengan mata batinnya bahwa Dita berada di gudang dekat dengan makam di Sritanjung, setelah kami cek, Dita tidak ditemukan. Saya juga mendapat info bahwa Dita ditemukan di makam Kerkop Purworejo, Dita pergi dari rumah karena dimarahi ibunya, ungkapnya.

Akan tetapi ditegaskan Sugiyono, bahwa keterangan tersebut menurutnya tidak benar. Karena pihaknya juga sudah bertemu dengan ibunda Dita bersama petugas dari Polsek Purworejo, namun Dita tidak dalam masalah keluarga. 

Ibunya tidak memarahi Dita, paparnya.

Sugiyono menambahkan, saksi terakhir yang ketemu Dita adalah Fathur (13) yang merupakan warga setempat. Pada Senin (10/01) pukul 18.30 WIB, Fathur melihat Dita di depan rumah simbahnya (didepan rumah guru ngaji Siti Mukodaroh).

Fathur sempat berbincang dengan Dita. Karena memang kebiasaan Dita, sebelum gilirannya belajar ngaji menunggu di rumah simbahnya tersebut.

Sehabis itu, cuaca gerimis, maka Ratna Asih mengantarkan payung untuk anaknya. Tapi ternyata di rumah guru ngajinya, Dita tidak ada. Ayah Dita pun mencari ke rumah simbahnya, namun Dita tidak ditemukan, ujarnya.

Lebih lanjut diceritakan, warga pun membantu mencari keberadaan Dita, namun tidak juga ketemu.

Joko Wibowo ayah Dita berusaha mencari Dita hingga saat ini belum kembali. Menurut penuturan keluarga, semua teman di sekolah dan juga di lingkungan sudah ditanya keberadaannya, tetapi tidak tahu keberadaan Dita. Terakhir Dita memakai kaos hijau, kerudung hitam serta mengenakan celana kulot warna biru, ucapnya.

Sehingga dengan kejadian tersebut, keluarga berharap jika ada warga yang mengetahui keberadaan Dita untuk menghubungi keluarga atau bisa ke nomer WhatsApp Babinsa Sugiyono dengan nomor telepon 085 747 111 474.