<p>Grup Seni Kuda Lumping Budi Utomo dan Seni Karawitan Laras Siwi Dapat SKT</p>
Budaya

Grup Seni Kuda Lumping Budi Utomo dan Seni Karawitan Laras Siwi Dapat SKT

Kemiri, (purworejo.sorot.co)-Dua group kesenian di Kabupaten Purworejo, yakni grup Kesenian Kuda Lumping Budi Utomo dan Grup Kesenian Karawitan Laras Siwi Desa Kroyo Lor, Kecamatan Kemiri, mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Karena kedua group itu mendapatkan SKT lantaran eksis dan berprestasi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, saat memberikan SKT di halaman SDN Kroyo, Kemiri, Sabtu (15/01/2022) pagi.

"Desa Kroyo Lor memilik grup Kesenian Karawitan Laras Siwi yang berdiri sejak tahun 2007 lalu. Group itu berprestasi disetiap ajang baik tingkat Kabupaten dan Provinsi grup karawitan ini tetap eksis dan berprestasi sampai saat ini," kata Woro.

Diungkapkan, di Tahun 2009 group itu dapat juara I tingkat Kabupaten, lalu pada tahun 2012 Juara I Tingkat Kabupaten, Juara I tingkat Karasidenan, dan juara 2 tingkat Provinsi, ajang lain yang pernah diikuti yaitu PORSENI, lomba tingkat Provisi di UNNES Semarang, lomba di Universitas Sanata Dharma, dan lain-lain. 

"Kelompok kesenian yang ada di Kroyo Lor ini semangatnya luar biasa, sempat beberapa waktu lalu tidak aktif dikarenakan pandemi, sekarang sudah mulai aktif kembali dan rutin latihan," ungkapnya.

Disampaikan Woro, grup Kesenian Karawitan Laras Siwi SD Negeri Kroyo Lor merupakan grup kesenian yang sudah sering juara di tingkat Provinsi dan Luar Provinsi. Semangatnya yang luar biasa dari anak-anak siswa SD juga sangat membanggakan.

"Harapannya teman- teman dari grup kesenian selalu semangat dan terus melatih kemampuan dalam berkesenian," harapnya.

Sementara itu, tokoh yang dituakan dalam group itu, Ngadiso dan Subandi menambahkan, grup Kesenian Kuda Lumping Budi Utomo Desa Kroyo Lor, berdiri sejak tahun 1956. Group itu sempat vakum lama dan mulai aktif Kembali tahun 2005.

"Kesenian kuda lumping itu menceritakan tentang perang Diponegoro dengan jumlah prajurit sembilan melambangkan wali songo," tuturnya.

Menurut mereka, kesenian kuda lumping Budi Utomo memliliki dua tarian yaitu Tarian Klasik dan Tarian Kreasi pencak. Tarian Klasik biasanya digunakan untuk pembukaan sedangkan Tari Pencak merupakan tari perang prajurit melambangkan perang Diponegoro menunggangi kuda dengan jumlah prajurit 3 orang.

"Peminat kesenian kuda lumping Budi Utomo ini tidak hanya dari kalangan pemuda, namun anak-anak juga sangat antusias. Sehingga grup ini mempersilahkan untuk siapa saja yang berminat bergabung dari berbagai kalangan," tandasnya Woro.