Warga Ngombol Minta Perbaikan Jalan Hingga Dibangunkan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Peristiwa

Warga Ngombol Minta Perbaikan Jalan Hingga Dibangunkan Rumah Sakit di Wilayah Selatan

Ngombol,(purworejo.sorot.co)--Sejumlah warga desa di wilayah Kecamatan Ngombol mengeluhkan jalan provinsi yang melalui desanya rusak dan meminta untuk segera diperbaiki. Bahkan Desa Pejagran meminta untuk dibangunkan rumah sakit (RS), mengingat masih jarangnya fasilitas kesehatan diwilayah selatan-selatan.

Hal itu diketahui saat Bupati Purworejo, Agus Bastian saat melakukan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Ngombol, Kamis (16/06/2022) sore. Didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan instansi terkait, Bupati mengunjungi lima desa di Kecamatan Ngombol yaitu Desa Wonosari, Pejagran, Wonoroto, Tunjungan dan Laban.

Diakui Bupati Agus Bastian, bahwa pihaknya mengapresiasi keinginan Desa Pejagran untuk membangun sebuah RS. Menurut Bupati, keinginan membangun RS ini bukan hal yang tidak mungkin. Hal itu melihat masih jarangnya fasilitas kesehatan yang memadai di wilayah selatan.

"Banyak yang malah berobat ke Kulon Progo. Kepala Desa Pejagran sangat visioner melihat peluang kedepan. Kalau punya ide yang besar sekalian, kalau tidak punya ide bagaimana mau terealisasi. Seperti membangun RS, insya Allah RS ini bisa berdiri jika semuanya bersungguh-sungguh," kata Bupati.

Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan Diponegoro milik provinsi yang masih berupa tanah, cukup sulit dilalui usai diguyur hujan. Karena terjadi cukup banyak genangan air yang menyulitkan warga yang melintas. Akan tetapi, desa ingin membangun jalan dengan DD, namun terbentur kewenangan jalan provinsi.  

"Saya menyampaikan pada warga kini telah mulai membangun secara bertahap ruas jalan Diponegoro. Yakni dari perempatan nampurejo ke Wonosari sepanjang 2,3 km," ungkapnya.

Lanjutnya bupati, jika desa juga dapat membantu membangun jalan kabupaten menggunakan DD. Seperti yang telah dilakukan Desa Kumpulsari dan Jogoresan, namun tetap harus berkoordinasi ke pemkab terlebih dahulu.

"Tak hanya jalan warga juga meminta penerangan jalan di jalan Deandeles yang dinilai masih kurang, sehingga sangat rawan kecelakaan dimalam hari. Pemkab telah mengusulkan bantuan ke pusat terkait penerangan Jalan Deandeles. Ya, kita ingin memasang lampu, karena jalan nasional Pemkab tidak bisa. Jika ingin memasang lampu nanti akan meminta bantuan dari pusat. Untuk sementara bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, sembari menunggu usulan bantuan lampu dapat terealisasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, dalam setiap kegiatan BSD, Bupati juga ingin memastikan program pembangunan sesuai dengan rencana. Apabila ada pembangunan yang belum tersentuh, dengan hadir keliling wilayah harapannya nanti saat menyusun program dapat lebih lengkap demi untuk kesejahteraan masyarakat Purworejo.

"Apalagi, timur desa Pejagran sekitar satu km akan menjadi eksit tol Cilacap-Yogjakarta. Sehingga berbagai budaya dan potensi lokal dapat dimunculkan agar dapat menarik pendatang untuk singgah," paparnya.

Di BSD kali ini, rombongan juga disambut kelompok kesenian kuda lumping Krido Mudho, kesenian tari dan campur sari. Bupati menganggap bahwa uri-uri budaya memang perlu untuk dilakukan, dengan tetap menampilkan budaya lokal seperti pertunjukan kuda lumping.

"Berbagai seni budaya dan potensi lokal dapat dipasarkan di rest area yang telah banyak dibangun. Mari bersama sama kita semangat untuk membangun desa agar lebih sejahtera," pungkasnya.