Polres Purworejo Berikan Sembako untuk Kaum Dhuafa, Cacat Fisik dan Jompo
Sosial

Polres Purworejo Berikan Sembako untuk Kaum Dhuafa, Cacat Fisik dan Jompo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dalam mengisi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76, jajaran Polres Purworejo menggelar bhakti sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada kaum dhuafa, cacat fisik dan jompo yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo.

Dalam pelaksanaan baksos bantuan sembako diberikan melalui masing-masing polsek. Seperti di Polsek Purworejo dan Purwodadi dengan sasaran warga penerima yang telah masuk dalam pendataan calon penerima yang telah ditentukan.

"Baksos dilakukan di semua Polsek, namun yang paling banyak adalah di Polsek Kutoarjo dan Purworejo, namun demikian sebenarnya kita telah berjalan setiap hari Jumat dengan nama Jumat berkah yang telah berjalan dengan program tersendiri, dengan menyentuh masyarakat yang membutuhkan dan ini kebetulan tadi ada data masyarakat yang benar- benar sangat membutuhkan bantuan," kata Kapolsek kota Purworejo, AKP Bruyi Rohman W, Senin (20/06/2022).

Bruyi menyebutkan, bahwa bakti sosial yang dilaksanakan kali ini yaitu dengan memberikan paket sembako sebanyak 15 paket kepada kaum Duafa, cacat fisik dan jompo yang ada di wilayah Kecamatan Purworejo. Bansos itu merupakan giat nyata Polri terhadap rakyat agar bisa lebih dekat dengan rakyat.  

"Orang- orang penerima bantuan benar- benar orang yang sangat membutuhkan dari lintas masyarakat, yang divabel yang miskin yang sakit menahun dan lainnya. Diharapkan kegiataan ini benar-benar bisa dinikmati rakyat, dan juga berharap masyarakat lain akan saling membatu terhadap warga yang membutuhkan bantuan dan tadi kita menemukan orang yang perlu penanganan lebih lanjut karena keadaan lebih parah," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Purwodadi, AKP Ujianto menambahkan, sebagaimana amanat yang disampaikan Kapolri, kegiatan Bakti religi dan baksos itu dilakasanakan dalam rangka meningkatkan nilai toleransi antara Polri dengan seluruh elemen agama. Kegiatan berbagai tempat ibadah dalam rangka terus kerjasama dengan tokoh agama dan moderasi beragama.

"Tahun politik dimana hal-hal banyak menggunakan politik identitas sehingga berdampak polarisasi dan berdampak bagi kita semua. Bangsa Indonesia jangan sampai ternodai dengan intoleran. Sehingga kita harus jaga persatuan dan kesatuan," pungkasnya.