Penjualan Turun 30%, Pedagang Sulit Dapatkan Stok Sapi Kurban Imbas PMK
Ekonomi

Penjualan Turun 30%, Pedagang Sulit Dapatkan Stok Sapi Kurban Imbas PMK

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terus merebak beberapa bulan terakhir berdampak ke pedangan sapi kurban di Kabupaten Purworejo. Momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini, justru para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan ternak untuk dijual di lapak mereka.

Pedagang sapi di Desa Winongkidul Kecamatan Gebang, Marus mengatakan, perdagangan sapi kurban menjelang Idul Adha tahun 2022 kembali lesu.

Kelesuan terjadi di sektor penawaran maupun permintaan. Pada sisi penawaran, pedagang kesulitan mendapatkan pasokan sapi kurban karena beberapa pedagang di kabupaten sekitar melakukan pembatasan.

Saat ini kondisinya turun 30% dibanding tahun lalu,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Marus hanya menjual sapi yang dibelinya dari pasar hewan di Purworejo atau peternak yang sudah menjadi mitra. Dampak dari PMK ia mengaku tidak dapat membeli hewan sapi dari luar daerah. 

Kalau dulu beli sapi sampai ke Muntilan Magelang, Ambarketawang Yogyakarta, atau Kebumen, tapi tahun ini hanya di Purworejo saja,” ujarnya.

Untuk musim kurban tahun 2022, Marus hanya memiliki stok 70 ekor sapi. Padahal biasanya, ia mampu menyediakan stok hingga 100 ekor lembih untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha.

Pedagang lain, Suroto menambahkan, penjualan sapi kurban juga mengalami penurunan hingga 30 persen dibandingkan tahun 2021. Kondisi itu membuat pedagang tidak berani menaikkan harga jual.

Sapi kurban ukuran standar dijual mulai Rp 20 juta hingga Rp 35 juta sesuai ukurannya. Adapun sapi ukuran jumbo dijual mulai Rp 50 juta.

Harga jual stabil, mau menaikkan tidak berani karena pasti akan pengaruhi penjualan,” ungkapnya.

Pedagang, katanya, juga melakukan antisipasi untuk mencegah ternaknya terinfeksi PMK. Mereka menjaga kesehatan ternak dengan merawat kandang ternak kurban.

Kandang kami bersihkan secara rutin, lalu ditaburi kapur dan disemprot disinfektan. Untuk sapi, kami beri pakan yang cukup gizi, diberi antibiotik dan vitamin agar terhindar dari PMK,” tandasnya.