Lahan Alami Rusak Berat, Warga Laporkan PT Waskita dan BPN ke Polres Purworejo
Peristiwa

Lahan Alami Rusak Berat, Warga Laporkan PT Waskita dan BPN ke Polres Purworejo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)–Warga pemilik lahan di Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendung Bener melaporkan PT Waskita Karya Tbk dan BPN Purworejo ke Polres Purworejo, Kamis (4/8/2022).

Pelaporan tersebut dilakukan oleh Kantor Firma Hicon selaku kuasa hukum lima orang warga pemilik lahan di luar penetapan lokasi (Penlok) PSN Bendungan Bener. Mereka melaporkan lantaran adanya kerusakan lahan karena imbas pekerjaan PT Waskita di area tersebut.

Selain PT Waskita, Hicon juga melaporkan pemrakarsa PSN Bendungan Bener yakni BPN yang juga diduga melakukan kelalian tidak memasang batas penlok sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan lahan milik warga.

Direktur Hicon, Hifdzil Alim mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima kuasa dari lima orang warga pemilik lima bidang tanah yang tanahnya mengalami kerusakan cukup berat.

"Kami telah turun ke lapangan dan disana kami menemukan fakta tanah milik lima orang warga ini hancur. Patok batasnya juga hilang dan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Padahal, lima bidang tanah tersebut merupakan bidang tanah yang berada di luar penlok PSN Bendungan Bener," katanya saat ditemui usai kegiatan doa bersama yang digelar warga terdampak bendungan bener di Dusun Kalipancer Desa Guntur.

Lebih lanjut disampaikannya, kerusakan tersebut terjadi karena adanya kelalaian dari pemrakarsa PSN Bendungan Bener dalam hal ini BPN yang diduga tidak memasang tanda batas antara lahan Penlok dengan luar Penlok serta pelaksana PSN Bendungan Bener yakni PT Waskita Karya Tbk. 

"Kami laporkan ke Polres Purworejo atas dugaan tindak pidana Pasal 167 jo 406 KUHP dengan dugaan tindak pidana pelaksana proyek masuk ke lahan warga dengan melawan hukum," terangnya.

Joko, salah satu pemilik tanah pemilik tanah di luar penlok yang lahannya rusak mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kejelasan bagaimana nasib lahannya yang rusak parah dan tidak dapat dimanfaatkan lagi.

"Kami hanya ingin menuntut keadilan dan hak-hak kami," tegasnya.