PKK Punya Peran Penting Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Purworejo
Sosial

PKK Punya Peran Penting Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Purworejo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi bagian paling penting sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk menyelesaikan masalah stunting di masyarakat, dimana TP PKK punya peran yang cukup strategis yang sering berhadapan atau berinteraksi dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang stunting, sehingga bisa membantu pemerintah dalam upaya melakukan penurunan angka stunting sesuai target diangka 14 persen ditahun 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, saat menjadi nara sumber utama dalam kegiatan penguatan peran kader TP PKK dalam percepatan Penurunan Stunting, yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DinsosdukKBPPPA) Kabupaten Purworejo di rumah makan ABK Purworejo, Selasa (13/09/2022) sore.

Dalam kegiatan itu menghadirkan 2 nara sumber lain yaitu Teknical Asisten Satgas Stunting dari BKKN khusus untuk Kabupaten Purworejo, Dwijo Narko dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Rujiyanto. 

Selain itu, kegiatan mengambil tema Kito Broyo, Stunting Lungo, Purworejo Mulyo itu, diikuti oleh Ketua Pokja 4 PKK Kecamatan, Pokja 4 PKK Kabupaten dan 5 ketua tim Penggerak PKK Kecamatan, yaitu Kecamatan Butuh, Bayan, Banyuurip, Bener dan Loano.

Menurut Muhamad Abdullah, berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini secara nasional masih berada pada angka 24,4 persen. Guna mengatasi masalah stunting, pemerintah berupaya menekan dengan mentargetkan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang.

Ya, artinya dalam jangka waktu 2 tahun harus ada penurunan sebanyak 10 persen, namun demikian hari ini angka di Kabupaten Purworejo ternyata sudah jauh dari angka nasional bahkan sudah jauh di bawah target penurunan angka nasional, angka stunting kita hari ini  berada diangka 11,74 persen,” katanya.

Lanjutnya, pencapaian itu Kabupaten Purworejo dianggap berhasil menangani penurunan angka stunting, Purworejo juga menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah no 5 se -Jawa Tengah dan menjadi percontohan terbaik di Jawa Tengah. 

Hal menarik itulah yang kemudian kita sampaikan kepada TP PKK Kabupaten Purworejo, karena mereka punya peran yang cukup strategis, yang sering setiap saat berhadapan, berinteraksi dengan masyarakat, bagaimana mereka memberikan pemahaman, bagiamana mereka memberikan pengertian, karena bicara soal stunting faktornya tidak hanya karena masyarakat yang kurang gizi, balita yang kurang gizi, dan tidak hanya didominasi oleh orang- orang yang kurang mampu, tetapi banyak juga masyarakat yang orang tua secara ekonomi mampu tapi anaknya terkena stunting akibat kurangnya pemahaman ibu- ibu dalam memberikan asupan gizi yang cukup dan lingkungan kesehatan yang bersih, ungkapnya.

Menurutnya, langkah kongkrit yang harus dilaksanakan oleh TP PKK adalah mensosialisasikan tentang cara penanggulangan stunting juga sosialisasi tentang asupan gizi yang ideal bagi anak- anak usia dibawah 5 tahun kepada seluruh masyarakat terutama kepada ibu- ibu yang sedang mengandung, hamil atau sedang menyusui anak- anaknya melalui forum forum resmi maupun forum tidak resmi.

Forum resmi misalkan pertemuan ditingkat kecamatan, tingkat desa, yang tidak resmi adalah melalui pertemuan yang biasa diadakan oleh masyarakat baik melalui selapanan RT, selapanan RW, dan lainya sebagainya, dimana masyarakat bisa mensosialosasikan tentang penanggulangan stunting dan kedepan kita harus mampu menjaga dan menurunkan angka stunting, meskipun kita sudah sukses dengan angka 11,74 persen, harapanya kedepan ditahun 2024 kita bisa berada diangka dibawah 10 persen, syukur bisa diangka 5 persen, saya yakin kalau seluruh stekholder yang ada, seluruh masyarakat punya kepedulian yang sama angka itu dapat kita capai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DinsosdukKBPPPA) Kabupaten Purworejo, Ahmat Jainudin mengatakan, penyelenggaraan motivasi kepada Tim Pendamping Keluarga, tim percepatan penurunan stunting yaitu penggerak PKK tingkat kabupaten sampai kecamatan diharapkan nantinya bisa diteruskan ke tingkat desa. 

Karena tim penggerak PKK ini menjadi bagian penting dari pendampingan keluarga beresiko stunting. Harapanya PKK bisa berfungsi semestinya mendampingi keluarga stunting, efeknya nanti stunting bisa turun, yang sudah bagus semoga bisa lebih bagus lagi dan bisa hero stunting,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, DinsosdukKBPPPA Kabupaten Purworejo juga mengajak kepada seluruh masyarakat Purworejo untuk bersama- sama mencegah stunting.

Tolong yang sekarang stunting sudah baik siapkan reproduksi pengantin, bagi ibu hamil jaga kesehatan kehamilanya, anak- anak dari usia 0-1000 hari kita jaga gizi dan kesehatanya, insyaallah stunting akan cepat turun. Harapannya tahun ini kita bisa mencapai target sesuai dengan amanat perintah Bupati yaitu turun diangka 14 persen dan tahun- tahun berikutnya ada progres yang bagus dengan rata- rata pertahun bisa turun 2 sampai 3 persen, tandasnya.