Banyak ODGJ di Purworejo Dipicu Karena Faktor Ekonomi hingga Perceraian
Sosial

Banyak ODGJ di Purworejo Dipicu Karena Faktor Ekonomi hingga Perceraian

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah makin banyak. Hal ini salah satu satunya disebabkan karena persoalan ekonomi serta kasus perceraian.

Penyebabnya banyak. Tapi yang paling dominan itu karena masalah ekonomi dan perceraian. Mereka menikah, terbentur masalah ekonomi lalu istrinya gugat cerai, yang seperti itu banyak,” kata Sekretaris Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Panti Rehabilitasi Sosial Plandi, Suhardi kepada sorot.co, Minggu (25/12/2022).

LKS Panti Rehabilitasi Sosial Plandi di Desa Wangunrejo, Kecamatan Banyuurip itu kini mengasuh sebanyak 90 ODGJ. Selain faktor ekonomi dan perceraian, persoalan lain yang mengguncang mereka adalah urusan rumah tangga serta dampak dari persoalan broken home orangtua. 

Di sini kami mengasuh satu anak usia 14 tahun. Anak itu ditemukan di jalanan dalam operasi Satpol PP. Dia mengalami guncangan karena broken home,” katanya lagi.

Dia menambahkan, sebagian besar para ODGJ di panti ini berada pada usia produktif. Beberapa diantara mereka bahkan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup bagus.

Ada beberapa itu pernah kuliah sebetulnya. Bahkan sudah ditingkat semester akhir,” katanya.

Suhardi mengutarakan, sebagian besar penghuni panti yang dikelola didapat di jalanan. Keberadaan keluarga mereka hingga kini belum ditemukan karena ODGJ tersebut sudah tidak mampu mengingatnya.

Dari komunikasi yang dilakukan pengelola panti dengan ODGJ, sebagian besar mereka berasal dari luar Kabupaten Purworejo. Bahkan ada pula yang mengaku dari Medan, Sumatera Utara dan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Yang dari lingkungan Purworejo hanya sedikit, mungkin hanya sekitar 10 orang,” ujar dia.

PERSOALAN PANTI

Suhardi mengemukakan bahwa panti yang dikelola kini sudah over kapasitas. Panti tersebut saat ini sudah dihuni sebanyak 90 orang, sedangkan kapasitas tampungnya hanya 60 orang.

Ada 30-an orang yang terpaksa tidur dilantai. Terpaksa hanya kita kasih kasur, yang penting mereka nyaman dan aman di sini,” ucapnya.

Acap kali pihaknya terpaksa menolak titipan ODGJ baru mengingat keterbatasan fasilitas tempat tidur di panti tersebut.

Persoalan lain yang kini dihadapi LKS Panti Rehabilitasi Sosial Plandi yakni masalah kebutuhan makan serta peralatan mandi, cuci serta operasional lainnya. Pemerintah daerah sudah cukup memberikan perhatian, namun hal itu belum mampu menutupi seluruh kebutuhan harian panti.

Pak Bupati sangat mendukung, begitu juga Dinas Sosial. Beras dapat jatah rutin dari Pemda, untuk kebutuhan lauk pauk, peralatan mandi, mencuci juga honor bagi pengasuh yang kami masih sering kesulitan,” ujarnya seraya menambahkan sudah sejak masa Pandemi Covid-19 tidak ada donatur lain yang masuk memberikan sumbangan.

Saat ini pihak panti sedang melakukan pembangunan untuk menambah asrama bagi para ODGJ. Untuk pembangunan itu pihaknya membuka donasi jika ada lembaga atau siapapun yang ingin menyalurkan bantuan.(toyib)

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.