Sekdes Sempat Dikasih Jimat Gelang, Konon untuk Keselamatan
Hukum & Kriminal

Sekdes Sempat Dikasih Jimat Gelang, Konon untuk Keselamatan

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Sekretaris Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Purworejo mengaku sempat diberikan gelang oleh seorang pria yang diduga adalah dukun yang memperdaya dan menipunya.

Iya klien kami sempat dikasih gelang katanya untuk keselamatan. Katanya gelang itu tidak boleh dilepas jika tidak ingin hal buruk terjadi,” kata Kuasa Hukum Sekdes Ketiwijayan, Agus Triatmoko kepada sorot.co, Jumat (10/3/2023).

Seperti diketahui beberapa pekan lalu warga Ketiwijayan sempat dihebohkan atas tersebarnya foto syur yang diduga adalah foto sang Sekdes. Menyusul kasus tersebut, Sekdes pun bergegas menempuh jalur hukum. 

Selain laporan terkait pelanggaran ITE dan Pornografi, Sekdes pun membuat laporan terkait dugaan penipuan yang dia alami dalam kasus tersebut ke Polres Purworejo. Untuk kasus penyebaran foto ia menyeret salah satu perangkat desa Ketiwijayan sebagai terlapor.

Sedangkan untuk kasus dugaan penipuan Sekdes melaporkan sang dukun berinisial H. Dua kasus itu kini sedang ditangani Sat Reskrim Polres Purworejo.

Agus mengutarakan, H diduga memiliki peran besar dalam kasus yang kini menimpa kliennya, baik terkait foto syur maupun dugaan aksi penipuan yang merugikan Sekdes hampir mencapai Rp 40 juta.

Sejak klien saya bertemu dengan H, dia diminta untuk melakukan beberapa ritual dari mandi kembang hingga beli kambing, termasuk dikasih gelang yang harus selalu dipakai dan tidak boleh dilepas,” kata dia lagi.

Tak hanya Sekdes, kata Agus, pria itu pun mengharuskan adik perempuan sekdes untuk mengenakan gelang tersebut.

H bilang tidak boleh dilepas, klien kami awalnya juga takut. Tapi setelah konsultasi dengan beberapa orang yang ia percaya akhir gelang itu dilepas,” bebernya.

Terkait foto, ia menjelaskan kliennya pernah diminta oleh H untuk video call dalam kondisi tanpa busana. Terlapor katakan itu sebagai salah satu syarat untuk ritual bagi keselamatan kliennya. Diduga foto yang tersebar itu adalah hasil screenshot saat video call tersebut.

Klien saya berusaha menghindar dari H karena dia merasa dirugikan. Kepada Bu Sekdes, saudara H sempat mengatakan bahwa dia menyimpan foto itu, dan betul setelah klien saya menghindar foto itu heboh di warga,” pungkasnya.

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.