LSD Menyerang, Harga Sapi Kian Meradang
Ekonomi

LSD Menyerang, Harga Sapi Kian Meradang

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Penyebaran penyakit LSD pada sapi ini mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Salah satunya adalah harga sapi di pasar turun sehingga membuat suasana pasar menjadi sepi.

Harga sapi di Purworejo turun drastis diduga dipemgaruhi karena munculnya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Bahkan harga sapi kini berangsur turun berkisar antara Rp 1 sampai Rp 2 juta perekor.

Seorang peternak sapi Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Farid majdie mengatakan, penyakit LSD mulai muncul di Purworejo sekitar bulan Januari 2023. Kondisi ini mulai memberikan dampak terhadap harga jual di pasaran.

Mungkin terkena dampak dari penyakit LSD. Padahal dampak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum benar-benar pulih, tapi sekarang sudah ada penyakit yang lain,” jelas Farid, Sabtu (18/03/2023).

Menurutnya, munculnya kasus tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar hewan. 

Saya biasa memasarkan sapi di Muntilan, Kebumen, Kulon Progo, sekarang agak sepi,” ungkap dia.

Farid mengatakan, para petani atau calon pembeli juga enggan datang ke pasar karena takut ternaknya akan ikut terpapar penyakit LSD.

Sepinya aktivitas di pasar membuat harga jual sapi ikut anjlok. Farid mencontohkan, harga sapi pada Maret 2023 di kisaran Rp 12 juta, sekarang hanya dibawah Rp 10 juta perekor.

Sementara itu Kepala Puskeswan Purworejo, Qosim mengatakan Penyakit LSD pada sapi menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak sapi. Oleh karena itu penanggulangan penyakit ini harus dilakukan dengan serius dan cepat.

Dokter hewan di Puskeswan Purworejo telah melakukan penanggulangan penyakit LSD dengan cara vaksinasi, pengobatan, dan pengendalian serangga.

Vaksinasi dan karantina dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. Sementara pengobatan dapat membantu mempercepat pemulihan sapi yang terinfeksi. Pengendalian serangga juga sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus penyebab LSD pada sapi,” ungkap Qosim.

Bagi peternak sapi di wilayah Purworejo, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter hewan dan pihak terkait dalam menanggulangi penyakit ini.

Selain itu, peternak juga harus meningkatkan kebersihan kandang, memperhatikan asupan makanan dan air minum sapi, serta memastikan kesehatan sapi secara berkala.

Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah dan mengurangi risiko penyebaran penyakit LSD pada sapi di wilayah Purworejo.

Qosim juga berharap kepada para peternak untuk segera melapor kepada petugas apabila sudah mulai muncul bentolan pada tubuh sapi. Hal ini supaya bisa segera ditindaklanjuti oleh petugas. Selain itu peternak juga dihimbau untuk memberikan obat-obatan tradisional seperti jahe, kunyit dan sebagainya supaya daya tahan tubuh sapi bisa tetap terjaga.

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.