Usianya Sudah 70 Tahun, Belasan Tahun Nenek Sudiyem Rawat 2 Anaknya yang Lumpuh
Sosial

Usianya Sudah 70 Tahun, Belasan Tahun Nenek Sudiyem Rawat 2 Anaknya yang Lumpuh

Purworejo(purworejo.sorot.co)-'Kasih ibu sepanjang masa', kalimat ini memang layak disandangkan kepada kaum ibu. Begitu pula nenek Sudiyem, warga Dusun Tegalkuning, Desa Krajan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo.

Bagaimana tidak, usianya kini sudah 70 tahun namun ia harus menanggung beban hidup yang teramat berat bagi orang-orang pada umumnya. Keluarganya dirundung penyakit genetik yang menjangkiti suami dan enam anaknya.

"Suami saya sudah meninggal beberapa tahun lalu, setelah itu secara bergantian empat anak saya. Mereka meninggal dunia dengan penyakit yang sama. Saat ini, dua anak saya juga masih sakit dengan penyakit yang sama," kata Sudiyem saat ditemui di rumahnya, Selasa (28/11/2023).

Suami dan enam anak Sudiyem didiagnosa mengalami dystonia yakni kontraksi otot yang membuat tubuh mereka lemas, kaku hingga tidak dapat bergerak atau mengalami kelumpuhan. Setelah empat anaknya meninggal, saat ini masih ada dua anak laki-laki Sudiyem yang mengalami gejala dan tanda-tanda yang sama. Mereka adalah 

Rahmat Hadi Sabtono (28) dan Muchammad Khoiril Anwar (30)

Rahmat sudah delapan tahun mengidap penyakit tersebut. Tubuhnya tak mampu bergerak secara mandiri sehingga seluruh aktivitasnya harus dibantu orang lain, dari makan, minum, ganti baju hingga buang hajat. Untuk sekadar bicara pun Rahmat tidak mampu. Saat meminta sesuatu dia hanya menggunakan bahasa isyarat.

"Kalau kakaknya, Khoiril Anwar masih bisa diajak bicara, kadang juga bisa hanya merangkak, pakai baju tidak bisa. Kadang, makan minum bisa sendiri, tapi lebih sering disuap," sebut Sudiyem lagi.

Sejak merawat anak-anaknya yang sakit, Sudiyem tidak bisa pergi keluar rumah meski hanya sekadar bersilaturahmi dengan tetangga. Ia pun tak bisa kerja mencari nafkah di luar, karena sepenuhnya harus merawat dua anaknya tersebut.

Beruntung dia masih memiliki cucu perempuan yang penurut dan mampu memahami serta mambantu kesulitan sang nenek dan kedua pamanya. Dia adalah Salsabila Putri Aula yang kini duduk dibangku kelas XII SMK Negeri 8 Purworejo.

"Saya selalu berdoa, semoga saya selalu sehat sehingga bisa terus merawat mereka. Saya pun berharap ada keajaiban dari Allah, sehingga anak-anak saya bisa sembuh, bisa beraktivitas seperti teman-teman mereka," katanya lagi.

Ia pun bersyukur, Salsabila begitu sabar dan memahami kondisi pamannya. Di rumah, gadis yang sudah ditinggal ibu dan ayahnya itu selalu membantu kesulitan nenek dan dua pamannya, termasuk merawat adik sepupunya yang masih duduk di kelas II Sekolah Dasar (SD).

Sudiyem memiliki delapan anak dan empat anaknya sudah meninggal dunia. Dua anaknya merantau dan dua anaknya yang kini terbaring dirumah karena sakit tersebut.

"Ada satu yang merantau di Surabaya, komunikasi masih rutin lewat telepon. Satunya, anak perempuan merantau ke Hongkong, sudah tujuh tahun dan baru sekali pulang. Dulu sering komunikasi tapi sejak Ramadhan kemarin komunikasi terputus, HP sudah tidak bisa dihubungi," bebernya.

PRODUKSI RENGGENAN dan KERIPIK PARE

Diusianya yang tak lagi muda, Sudiyem tak mampu berbuat banyak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Beruntung anaknya yang berada di Surabaya masih sering membantu. Saat ini dia pun menjalankan usaha produksi renggenan dan keripik pare bersama cucu perempuanya.

"Cuma bikin sedikit tidak bisa banyak. Jualnya dititip, kadang juga ada pesanan baru bikin. Cuma itu yang saya bisa, tidak punya ladang tidak punya sawah. Kerja di luar juga sudah tidak bisa," tutup Sudiyem.

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.