Konten Internet di Purworejo Diawasi Jelang Pemilu 2024, Guna Antisipasi Hoaks dan SARA
Advertorial

Konten Internet di Purworejo Diawasi Jelang Pemilu 2024, Guna Antisipasi Hoaks dan SARA

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan gugus tugas pengawasan konten internet untuk mengantisipasi berita bohong (hoaks), politisasi SARA, dan ujaran kebencian menjelang Pemilu 2024. Antisipasi itu dilakukan dengan mengundang para pengelola atau admin media sosial yang ada di Purworejo dalam FGD (forum group discussion) di aula Hotel Sanjaya Inn Purworejo.

FGD menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi soal antisipasi hoaks dan sejenisnya. Peserta kegiatan ini adalah 25 orang yang terdiri dari admin media sosial di Purworejo, perwakilan media online, antara lain Sorotpurworejo/ Sorot.co, Dinkominfo Purworejo, Polres Purworejo, Kejari Purworejo, dan Mafindo Purworejo.

Ketua Bawaslu Purworejo, Purnomosidi mengatakan, teknologi informasi saat ini hanya membutuhkan sedikit orang untuk bisa menyebarluaskan sebuah kabar atau berita. Kekuatan media saat ini memang tidak banyak produsen tetapi konsumennya sangat luar biasa.

"Di era post truth ini, dimana kebohongan selalu tampil menyelimuti kebenaran, dan media sosial, hingar bingar informasi, mendekati Pemilu 2024 sangat luar biasa, bisa jadi informasi yang beredar soal Pemilu bukan lagi ajakan demokrasi, tetapi narasi yang dibangun justru mengkerdilkan bangsa ini," katanya, Minggu (03/12/2023).

Menurutnya Purnomosidi, membedakan antara kebenaran dan kebohongan di media sosial saat ini agak sulit. Maka pada kesempatan kali ini dihadirkan sejumlah pengelola atau admin media sosial yang ada di Purworejo.  

"Mari menjadi bagian partisipan yang tangguh untuk melawan arus liberalisasi informasi. Ada dua hal yang saya cermati iklim saat Pemilu, dulu ada ribut soal kontainer, yang kemudian menjadi seperti kebenaran dan masyarakat dibuat emosional, sehingga massa menjadi semakin teradu domba. Hari ini semoga bisa menjadi gugus tugas yang memang menjadi penangkal berita bohong dan lainnya," jelasnya.

Dikatakan, saat Pemilu juga sering ada fenomena disinformasi. Dimana ada sebuah informasi yang tidak benar, namun banyak orang yang menyebarkan informasi tersebut karena ketidaktahuan dan menganggap informasi itu benar.

"Ya, yang paling parah orang tahu berita tidak benar, tetapi masih disebarkan. Ini menguasai media sosial. Semoga acara ini punya manfaat terutama menangkal berita bohong, politisasi Sara, dan hal lain yang akan mengkerdilkan bangsa," tandasnya.

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.