Belum Masa Tenang, 10 Ribu Lebih Alat Peraga Kampanye di Purworejo Diturunkan
Politik

Belum Masa Tenang, 10 Ribu Lebih Alat Peraga Kampanye di Purworejo Diturunkan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)-Sepuluh ribu lebih alat peraga kampanye (APK) di Kabupaten Purworejo diturunkan meski tahapan Pemilu belum memasuki masa tenang. Bagaimana tidak, APK calon anggota legislatif (Caleg) dan partai tersebut melanggar ketentuan lokasi pemasangan.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Purworejo, Rinto Haryadi menyebut total APK yang diturunkan tersebut mencapai 10.792 buah berupa banner, baliho hingga bendera partai. Pelanggaran terbanyak ditemukan di wilayah Kecamatan Purworejo.

Rinto Haryadi mengatakan selama tahapan kampanye pihaknya melaksanakan penertiban di seluruh kecamatan. Pada tahap pertama di Kecamatan Purworejo ditemukan 777 APK. Selanjutnya pada tahap kedua Bawaslu menemukan 1.062 APK yang melanggar lokasi pemasangan.

"Melanggar lokasi atau tempat pemasangan ini macam-macam. Ada yang memasang di pohon, tempat ibadah, fasilitas pemerintah dan lain sebagainya," sebut Rinto.

Selain pelanggaran administratif, Bawaslu Purworejo juga sudah menindaklanjuti satu kasus pelanggaran tindak pidana Pemilu serta empat kasus pelanggaran Perundang-undangan lainya. Pelanggaran perundang-undangan yang lain itu menyeret beberapa kepala desa serta anggota badan permusyawaratan desa (BPD) di Purworejo. 

"Untuk netralitas ASN (aparatur sipil negara) sejauh ini belum ada penanganan pelanggaran. Pemungutan suara tinggal beberapa hari lagi, mudah-mudahan ASN kita semua netral," ucapnya.

Guna mewujudkan Pemilu yang aman, lancar dan kondusif Bawaslu bersama Panwascam terus berupaya melakukan upaya pencegahan. Diantaranya melalui pertemuan-pertemuan, sosialisasi serta berkoordinasi dengan seluruh partai politik, tim sukses maupun para caleg.

"Sebelum pelanggaran terjadi sejak awal kami sudah menempuh upaya pencegahan. Seluruh parpol kami berkoordinasi, kami juga instruksikan Panwaslu kecamatan untuk menjalin komunikasi dengan tim sukses di wilayah masing-masing," imbuhnya.

Pada Rapat Koordinasi Pengawasan Kampanye dengan para Stakeholders tersebut Rinto Haryadi mengajak media turut menjaga agar pelaksanaan Pemilu serentak 14 Februari 2024 nanti berjalan lancar tanpa ekses.

"Tahapan kampanye tersisa 4 hari, selanjutnya pada 11 hingga 13 Februari kita akan memasuki masa tenang. Maka kami mengajak teman-teman media untuk mengawal masa-masa akhir tahapan kampanye serta masa tenang. Agar Pemilu serentak di Purworejo berjalan lancar dan sukses tanpa ekses,"pungkasnya.

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.