Dinilai Jadi Sarang Maksiat, Ratusan Santri Desak Pemerintah Tutup Tempat Karaoke
Peristiwa

Dinilai Jadi Sarang Maksiat, Ratusan Santri Desak Pemerintah Tutup Tempat Karaoke

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Ratusan santri Pondok Pesantren Daaruttauhid, Kedungsari Kecamatan Purworejo, menuntut Pemerintah Kabupaten Purworejo menutup tempat hiburan karaoke yang kian menjamur. Tuntutan mereka suarakan saat menyambangi Pendapa Kabupaten Purworejo, Rabu (13/2/2019).

Rombongan santri yang datang menggunakan truk dan mobil pick up tersebut dipimpin langsung oleh sang pengasuh, KH Thoefur Mawardi. Mereka diterima oleh Bupati didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Purworejo, Sekretaris Daerah, Kepala Satpol PP serta stakeholder terkait lainnya.

Dalam orasinya, perwakilan santri, Gus Sahnun secara tegas meminta agar karaoke yang berada di wilayah Kabupaten Purworejo ditutup semuanya. Pasalnya, keberadaan karoke tersebut banyak memberikan madhorot kepada masyarakat. Ia menuding keberadan karaoke menjadi sarang maksiat.

"Kami minta kepada pemerintah untuk dapat segera bertindak tegas melakukan penutupan. Jika tidak, kami akan bergerak menutup paksa. Tidak hanya menutup paksa, tapi membakarnya," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya memberikan waktu kepada pemerintah untuk bertindak hingga Jumat mendatang. Bila sampai batas akhir tuntutannya tidak diindahkan, hari Sabtu massa akan bergerak. 

"Kami minta demi kebaikan semuanya, tuntutan kami segera ditindak lanjuti," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Purworejo Agus Bastian mengaku memberikan apresiasinya. Kedatangan santri dan pengasuhnya untuk mengingatkannya menjadi bentuk kepedulian dari masyarakat bagi Bupati. Ia mengaku akan segera menindak lanjuti usulan dari santri Pondok Pesantren Daaruttauhid Kedungsari.

"Insyaallah apa yang menjadi kesepakatan hari ini, akan dilakukan dengan sebaik-baiknya," imbuh Bupati.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SIK saat ditemui usai audiensi tersebut mengungkapkan, pertemuan itu akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

"Hari ini juga, Satpol PP akan mengumpulkan para pengusaha karaoke serta stakeholder terkait untuk membahas masalah ini. Karaoke-karaoke yang tidak berizin akan ditutup sesuai dengan tuntutan para santri tersebut," katanya.

Kepala Satpol PP, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP & Damkar) Purworejo Budi Wibowo mengakui bahwa di Purworejo belum ada tempat hiburan karaoke yang memiliki izin operasional.

"Nanti para pengusaha akan kami undang agar mereka dapat menutup usaha karaoke miliknya secara mandiri," terangnya.