Gelapkan Setoran Calon Jamaah Haji Hingga Miliaran Rupiah, Oknum ASN Diciduk
Hukum & Kriminal

Gelapkan Setoran Calon Jamaah Haji Hingga Miliaran Rupiah, Oknum ASN Diciduk

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial DS (56) harus berurusan dengan pihak kepolisian karena terlibat aksi penipuan. DS yang merupakan Guru SMK di Purworejo itu melakukan penipuan terhadap puluhan calon jamaah haji furoda atau plus dengan kerugian hingga senilai Rp 2,28 miliar.

Kasat Reskrim AKP Haryo Seto Liestyawan mengungkapkan, dalam melakukan aksinya DS menggunakan biro perjalanan haji Al Balad Al Amin yang berpusat di Jakarta. Pada tahun 2013, tersangka menawarkan kepada puluhan korban untuk mendaftarkan ibadah haji dengan pemberangkatan haji plus untuk kuota tahun 2018 dengan harga murah.

Karena tergiur dengan harga murah, sehingga ada 38 orang tertarik atas bujuk rayu pelaku dan masing masing membayar Rp60 juta,” ujarnya, Jumat (08/03/2019) siang.

Para korban mulai curiga menjadi korban penipuan karena sampai batas batas waktu yang dijanjikan yakni tahun 2018 belum ada kejelasan atas keberangkatan mereka. Sehingga para korban langsung menghubungi dan klarifikasi terhadap biro haji yang ditunjuk oleh tersangka yaitu AL Balad AL Amin. Namun setelah dilakukan klarifikadi, dari tahun 2013 sampai 2018 belum ada dana yang disetorkan oleh tersangka. 

Jadi saat para korban klarifikasin ke biro tersebut, katanya nggak ada dana masuk atas nama para korban,” jelas Kasat Reskrim.

Lantaran merasa ditipu korban melaporkan atas peritiwa tersbut pepada Polisi. Berawal dari laporan tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di rumahnya di Jalan Brigjend Katamso Purworejo. Kepada penyidik tersangka mengaku tidak melakukan penipuan karena uang para calon haji masih digunakan untuk kepetingan usaha.

Saya tidak menipu, uang itu masih saya putarkan buat modal. Mereka sudah tau kalau haji plus tiap orang Rp 200 juta, makanya uang Rp 60 juta saya putar biar jadi Rp 200 juta,” kilahnya.

Atas perbuatanya tersangka akand ijerat pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Adapun barang barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 38 buku tabungan milik korban, beberapa lembar kwitansi setor tunai dari korban kepada tersangka dan satu bendel print out bukti transaksi.