Musim Libur Lebaran, Penjual Dawet Ireng di Jalur Mudik Ketiban Berkah
Ekonomi

Musim Libur Lebaran, Penjual Dawet Ireng di Jalur Mudik Ketiban Berkah

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Seperti tahun-tahun sebelumnya, musim libur lebaran kali ini menjadi berkah tersendiri bagi para penjual minuman Dawet Ireng. Minuman khas asli Purworejo ini ramai dibanjiri pemudik saat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah dan libur lebaran.

Dengan kesegaran alami, semangkuk dawet ireng menjadi primadona penghilang dahaga bagi pemudik yang melintasi jalur selatan Purworejo-Kebumen. Terletak tepat di Kecamatan Butuh, Purworejo, minuman dengan citra rasa khas ini selalu diburu.

Sedikitnya puluhan lapak penjual dawet ireng selalu siap meladeni para pelancong mulai dari Kecamatan Bayan hingga Butuh. Di setiap momen Idul Fitri, jumlah pembeli selalu meningkat drastis dibanding hari-hari biasanya. Pantauan di lapangan, keramaian pembeli nampak di setiap lapak dawet ireng tersaji. Rata-rata, pembeli harus rela antri demi menikmati kesegaran dawet ireng.

Seperti halnya di los dawet ireng Pak Wagiman Butuh. Produk dawet ireng Wagiman ini laris manis disemuti pembeli. Bahkan banyaknya kendaraan yang parkir membuat arus lalu lintas di depan lapak penjual dawet menjadi sedikit terganggu. Para pembeli ini didominasi oleh pemudik yang menyempatkan singgah melepas lelah.

"Rasanya enak dan menyegarkan, pasti kalau mudik melintasi jalur selatan selalu mampir beli dawet ireng khas Purworejo," ungkap M Syafik, pemudik asal Magelang saat akan kembali ke Ibu Kota melalui jalur selatan, Sabtu (8/6/2019) siang.

Sementara itu, Dedi pemudik asal Sleman mengaku sempat kesulitan menemukan lapak dawet ireng yang sepi pengunjung. Rata-rata, kata dia, penjual dawet ireng selalu ramai dikunjungi pembeli. 

"Saya sampai beli di daerah ini (Klepu) karena setiap mau mampir selalu ramai," katanya sambil menikmati dawet ireng di daerah Klepu, Butuh yang juga ramai dikunjungi pembeli.

Selain lapak dawet ireng tersebut, Dawet ireng buatan Bu Sri Endang juga laku keras saat arus mudik dan arus balik lebaran saat ini. Jika hari-hari biasa rata-rata ia mampu menjual 30 porsi dawet ireng, kini ia mampu menjual 90-100 porsi dalam sehari.

"Alhmadulillah bisa untuk sangu lebaran," ujarnya.