Dicecar Pertanyaan oleh Hakim, Saksi Kasus Politik Uang Caleg PKS Kejang-kejang
Hukum & Kriminal

Dicecar Pertanyaan oleh Hakim, Saksi Kasus Politik Uang Caleg PKS Kejang-kejang

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kasus dugaan politik uang yang melibatkan Ghofururochim (GR), calon legislatif DPRD Kabupaten Purworejo Dapil VI dari Partai Keadilan Sejahtera terus bergulir di meja hijau, Senin (10/6) di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo.

Dalam sidang tersebut, 12 orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) diperiksa secara marathon lebih dari delapan jam lamanya. Saksi-saksi diperiksa dengan bermacam pertanyaan oleh petugas perangkat sidang secara bergantian.

Dua orang saksi yang dihadirkan, yakni Paino dan Aristi sempat mencabut keterangannya yang telah tertuang di BAP Polres. Dalam BAP, keduanya mengakui menerima uang yang diduga dari GR.

Tapi saat diperiksa, mereka mencabut keterangan yang menyebutkan uang tersebut dimaksudkan untuk imbalan mencoblos GR. Keduanya kompak berdalih uang tersebut untuk operasional lantaran menjadi tim sukses GR.

Namun saat dicecar oleh majelis hakim yang diketuai Anshori H, keduanya tampak kebingungan. Saksi Paino tampak shock saat hakim anggota Samsumar Hidayat mengingatkan ancaman tujuh tahun penjara bagi saksi yang memberikan keterangan palsu di hadapan persidangan.

Paino bahkan pingsan dan sempat kejang-kejang dan harus dikeluarkan dari ruang sidang. Selanjutnya saksi Paino langsung dibawa oleh staf Bawaslu Purworejo bersama penyidik Polres dan staf Kejari ke RSUD Dr Tjitrowardojo untuk mendapatkan perawatan medis.

Paino harus dilarikan kerumah sakit sekitar pukul 18.10 WIB. Akibatnya sidang diskors dan dilanjutkan usai menjalan sholat Mahgrib. Kini kondisi Paino masih terus dalam perawatan tim medis.

Kita larikan ke RSUD untuk mendapatkan penanganan. Setelah itu sidang kembali dilanjutkan,” ungkap Ketua Bawaslu Nur Kholik yang juga diperiksa sebagai saksi.

Dalam kasus itu JPU menjerat terdakwa dengan pasal berlapis. Yakni pasal 523 ayat 1 dan ayat 2 jo pasal 278 dan pasal 280 ayat (1) huruf j. Yakni politik uang pada masa kampanye sekaligus pada masa tenang. Apabila terbukti, terdakwa terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. 

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Teguh Purnomo dalam kesempatan itu juga banyak mengajukan pertanyaan kepada para saksi. Sidang selanjutnya mengagendakan pemeriksaan saksi meringankan dari pihak terdakwa.

Seperti diwartakan sebelumnya, 12 saksi yang diperiksa secara marathon guna mendapat keterangan utuh terkait kasus dugaan politik uang. Saksi tersebut terdiri dari Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq, anggota KPU Akmaliyah, penyidik Polres anggota Gakumdu Aipda Djoko Pamungkas, Ketua DPD PKS Kabupaten Purworejo Reko Budiyono, dan istri terdakwa Agustin Eko Puji Rahayu.

Ditambah sebanyak tujuh orang yang diduga menerima uang. Antara lain Paino, Suryanto, Wagino, Sumaryani, Aristi, Ridwan, Sundari. Dalam sidang tersebut, JPU juga menghadirkan saksi ahli pidana pemilu dari Undip Dr Pujiyono SH MHum yang diperiksa terakhir sekitar pukul 21.30 WIB.