Di Meja Persidangan, Caleg PKS Tampik Lakukan Politik Uang
Hukum & Kriminal

Di Meja Persidangan, Caleg PKS Tampik Lakukan Politik Uang

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sidang kasus dugaan politik uang pada masa tenang sekaligus masa kampanye yang melibatkan Ghofururochim (GR), Caleg petahana Dapil Purworejo VI dari Partai Keadilan Sejahtera terus bergulir di meja hijau.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa GR serta saksi dari ade charge atau saksi meringankan digelar di Pengadilan Negeri Purworejo, Selasa (11/6) kemarin. Dalam persidangan ini, penasehat hukum terdakwa menghadirkan dua orang saksi, yaitu pengurus DPD PKS Bidang Pembangunan Umat (BPU) dan salah satu tokoh masyarakat kolega terdakwa.

Dalam pemeriksaan, terdakwa GR tidak menampik jika memberikan uang kepada para saksi yang dihadirkan pada saat persidangan. Termasuk mayoritas jumlah yang diberikan. Namun demikian, terdakwa GR membantah bahwa uang tersebut adalah uang untuk mempengarui pemilih.

Di hadapan Majelis Hakim, terdakwa berkilah bahwa uang tersebut merupakan uang operasional untuk kerja timnya.

Itu uang operasional kerja. Sebagian uang saksi yang belum diberikan,” katanya.

Saat JPU mencecar dengan dugaan politik uang yang besarannya Rp 50.000 untuk setiap orang, terdakwa GR tetap menampiknya. Meskipun jika dihitung berdasarkan jumlah nama dibukti dukungan besaran uang klop. Terdakwa GR berkilah, besaran uang operasional yang diberikan kepada tim tersebut dilihat berdasarkan penilaian kerja yang dilakukannya. 

Seperti diketahui, terdakwa GR didakwa melakukan politik uang pada masa tenang tanggal 15 April 2019 lalu. Kasus ini ditemukan dari hasil patroli pengawasan anti politik uang yang dilakukan Bawaslu bersama stakeholders terkait.

Dalam kasus ini, JPU menjerat terdakwa dengan pasal berlapis. Yakni pasal 523 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 278 dan pasal 280 ayat (1) huruf j, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.