Didakwa Lakukan Politik Uang, Caleg PKS Dituntut 3 Bulan Penjara
Hukum & Kriminal

Didakwa Lakukan Politik Uang, Caleg PKS Dituntut 3 Bulan Penjara

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sidang kasus dugaan politik uang yang melibatkan Ghofurrochim (GR), Caleg petahana Dapil Purworejo VI dari Partai Keadilan Sejahtera memasuki agenda tuntutan, Rabu (12/6/2019) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Purworejo.

Dalam sidang yang digelar maraton tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili Agung Bowo SH menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 3 bulan dan denda Rp 5.000.000 subsider 3 buluan kurungan.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU Agung Bowo di hadapan majelis hakim yang diketuai Anshori H. Sidang pembacaan tuntutan dihadiri oleh terdakwa GR yang didampingi penasehat hukumnya Teguh Purnomo.

Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 3 bulan dan denda Rp 5.000.000 subsider 3 buluan kurungan,” tegas JPU Agung Bowo SH.

Setelah tuntutan dibacakan, Majelis Hakim langsung memutuskan sidang lanjutan digelar pada hari yang sama, di sore hari. Agendanya adalah penyampaian pledoi atau pembelaan dari terdakwa. 

Dalam kasus ini, JPU menjerat terdakwa dengan pasal berlapis. Yakni pasal 523 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 278 dan pasal 280 ayat (1) huruf j, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Jeratan pasal berlapis ini dilakukan karena dari pengembangan saat penyidikan ditemukan bukti petunjuk bahwa dugaan politik uang tersebut tidak hanya terjadi pada masa tenang, tapi juga pada masa kampanye.

Sementara di hari sebelumnya, terdakwa GR membantah bahwa uang tersebut adalah uang untuk mempengarui pemilih.Di hadapan Majelis Hakim, terdakwa berkilah bahwa uang tersebut merupakan uang operasional untuk kerja timnya.

Itu uang operasional kerja. Sebagian uang saksi yang belum diberikan,” katanya.

Seperti diketahui, terdakwa GR didakwa melakukan politik uang pada masa tenang tanggal 15 April 2019 lalu. Kasus ini ditemukan dari hasil patroli pengawasan anti politik uang yang dilakukan Bawaslu bersama stakeholders terkait.