.
 Sistem Zonasi dalam PPDB 2019 Dikeluhkan Kepala Sekolah
Pendidikan

Sistem Zonasi dalam PPDB 2019 Dikeluhkan Kepala Sekolah

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejumlah sekolah SMP favorit di Kabupaten Purworejo, Senin (17/6/2019), dibanjiri calon siswa dan para orang tua. Kondisi itu terjadai di beberapa sekolah di antaranya di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5 dan SMPN 6.

Bahkan, para pendaftar rela antri sehari seblumnya agar dapat masuk kesekolah favorit. Hal ini tak lain imbas lahirnya sistem zonasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan yang dimulai hari ini, Senin 17 Juni hingga Rabu 21 Juni 2019.

Berdasarkan Permendikbud nomor 51/2018 diatur PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru SMP, dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Jarak tempat tinggal terdekat dihitung berdasarkan jarak tempuh dari Kantor Pemerintah Desa menuju ke sekolah. Jika jarak tempat tinggal sama, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang mendaftar lebih awal.

Menanggapi hal itu, beberapa Kepala Sekolah SMP mengeluhkan kebijakan tersebut, mereka menilai sistem zonasi mengubur niat siswa berprestasi sekolah di almamater unggulan. Selain itu, sitem zonasi dikhawatirkan akan menurunkan kualitas prestasi sekolah.

Sistem zonasi yang diterapkan saat ini membuat keinginan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah bermutu tak terpenuhi. Saya sebenarnya secara pribadi tidak setuju dengan sistem zonasi ini,” ujar Kepala SMPN 2, Yoshianti Wahyuningtyas.

Pihaknya mengaku lebih sepakat dengan sistem lama yang sudah diterapkan. Menurutnya, sistem tersebut lebih mampu mendukung siswa dalam kegiatan belajar, terlebih mereka siswa berprestasi yang rumahnya jauh dari sekolah favorit. 

SMPN 2 Purworejo saat ini menduduki peringkat 1 Purworejo dan peringkat 4 di Jawa Tengah. Sementara peringkat Nasional ke 13 dengan nilai ujian nasioan 91,30. Semoga kedepan peringkatnya tidak menurun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk PPDB tahun ini, sekolahnya hanya menerima 224 siswa baru. Berdasarkan sistem zonasi maka jumlah itu dibagi dalam kuota zona utama 20%, zona 1 (Kecamatan Purworejo, Banyuurip dan Kaligesing) 50% dan zona 2 sebanyak 15 %.

Keluhan senada diungkapkan oleh Kepala SMPN 4 Purworejo, Eko Partono. Ia menjelaskan lantaran sistem zonasi ini sekolahnya yang berada di peringkat 5 di Purworejo ini bisa jadi akan kerepotan dalam proses belajar demi menghadapi persaingan kualitas sekolah.

Sistem zonasi dengan tidak mempertimbangan hasil ujian nasional maka itu akan merepotkan dalam proses pembelajaran dan menyulitkan dalam menghadapi persaingan kualitas untuk mempertahankan prestasi akademik,” katanya.