Tingkatkan Mutu Pendidikan, MA An-Nawawi Integrasikan Kurikulum dengan Ponpes
Pendidikan

Tingkatkan Mutu Pendidikan, MA An-Nawawi Integrasikan Kurikulum dengan Ponpes

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Madrasah Aliyah (MA) An-Nawawi mengintegrasikan kurikulum madrasah dengan pondok pesantren (ponpes). Integrasi dilakukan dalam rangka upaya peningkatan mutu pendidikan, terlebih MA An-Nawawi Berada di lingkungan pesantren.

Kepala MA An-Nawawi, Sahlan mengatakan, guna mempersiapkan diberlakukannya kebijakan tersebut, pihaknya menggelar workshop pengembangan dan penyusunan KTSP terintegrasi dengan pesantren tahun akademik 2019/2020.

Diharapkan dengan integrasi tersebut akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya mumpuni dalam bidang ilmu umum semata namun juga memiliki pengetahuan keagamaan yang baik.

"Langkah integrasi kurikulum itu untuk meneguhkan jargon MA An-Nawawi yakni madrasah berbasis pesantren. Itu merupakan salah satu keunggulan MA An-Nawawi dibandingkan dengan MA lain di Kabupaten Purworejo," kata Sahlan di sela-sela kegiatan workshop, Selasa (18/6/2019) di Auditorium STAIAN Purworejo.

Dikatakannya, workshop yang digelar selama dua hari tersebut diikuti oleh seluruh guru dan karyawan serta perwakilan dewan asatidz Pondok Pesantren An-Nawawi. Diharapkan, workshop tersebut dapat menyamakan persepsi antara pihak MA dengan Pondok Pesantren. 

"Sehingga nantinya tidak akan tumpang tindih kebijakan yang akan menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun kegiatan mengaji di Pondok Pesantren karena kurikulumnya sudah diintegrasikan," terangnya.

Melalui workshop itu pihaknya juga akan menyusun buku catatan skill seluruh siswa MA atau santri Pondok Pesantren An-Nawawi sebagai ciri profil output MA An-Nawawi kedepan.

"Harapan kami, seluruh pembelajaran akan lebih efektif lagi. Dan bukan hanya pembelajarannya saja, namun juga pastinya akan berdampak pada kegiatan-kegiatan pendukung lainnya baik di lingkungan MA maupun pondok pesantren," katanya.

Beberapa materi workshop yang disampaikan selama dua hari itu antara lain, kebijakan Kementerian Agama di bidang pendidikan, mapping kurikulum nasional dan terintegrasi pesantren, kurikulum terpadu, rancangan program pembelajaran, inovasi kurikulum dan rencana strategi pengembangan kurikulum serta implementasi K13.

"Narasumber yang kami hadirkan berasal dari, Kantor Kemenag, Yayasan An-Nawawi, Pengawas serta sejumlah dosen dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," katanya.