RSUD Kelas C Purworejo Direncanakan Beroperasi Tahun Depan
Pemerintahan

RSUD Kelas C Purworejo Direncanakan Beroperasi Tahun Depan

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Pembangunan RSUD Kelas C Purworejo kini memasuki tahap dua. Dibangun oleh PT. Adi Karya Putra Cisadani dari Tangerang dengan anggaran mencapai Rp 33,9 milyar, pembangunan lanjutan ini direncanakan selesai akhir tahun 2019.

Bahkan direncanakan pula, RSUD kelas C yang dibangun di Jl. Sukarno - Hatta, Boro Kulon, Kecamatan Banyuurip ini akan beroperasi tahun 2020 mendatang.

"Persiapan untuk operasional RSUD kelas C ini kini tengah dilakukan. Semua OPD terkait tengah menyiapkan perencanaan operasional untuk RSUD kelas C ini. Dari DKK sendiri, menyiapkan kebutuhan alat kesehatan dan operasionalnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, Jumat (05/07/2019).

Dikatakan, untuk pengadaan barang alkesnya direncanakan tahun 2020 mengambil dari E Katalog. Disediakan anggaran sekitar Rp 60 miliar untuk kebutuhan Alkes ini. Untuk kebutuhan pegawainya, RSUD kelas C membutuhkan sekitar 300-an karyawan. 

"Dengan berdirinya RSUD kelas C ini, derajat kesehatan masyarakat Purworejo diharapkan makin meningkat," ujar Sudarmi yang juga penanggung jawab Tim Internal Persiapan Operasional RSUD Kelas C.

Dijelaskan pula oleh Ekaningtyas, selaku Ketua Tim Internal Persiapan Operasional RSUD kelas C, sesuai Permenkes No. 56 Tahun 2014 tentang klasifikasi dan perijinan rumah sakit, diatur tentang syarat dan fasilitas yang harus dipenuhi dalam pendirian sebuah rumah sakit.

"Kita yang menghitung, berapa kebutuhan SDM-nya, dan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk ijin operasionalnya. Itu menjadi kewenangan BKD dan Kantor Perijinan," ungkap Ekaningtyas, yang juga Sekretaris Dinas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo ini.

Diutarakan bahwa pelayanan yang harus ada pada sebuah RS kelas C sesuai Permenkes No. 56 paling sedikit memiliki pelayanan medik, kefarmasian, keperawatan dan kebidanan, penunjang klinik, penunjang non klinik, serta pelayanan rawat inap.

Dalam pelayanan medik, paling sedikit memiliki pelayanan gawat darurat, medik umum, medik spesialis dasar, medik spesialis penunjang, medik spesialis lain, medik sub spesialis, dan medik spesialis gigi dan mulut.

"Untuk SDM-nya terdiri dari tenaga medis, kefarmasian, keperawatan, tenaga kesehatan lain, dan tenaga non kesehatan," pungkasnya.