Kemarau Panjang, 403 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan
Peristiwa

Kemarau Panjang, 403 Hektare Sawah Dilanda Kekeringan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Musim kemarau panjang yang melanda menyebabkan ratusan hektare sawah terdampak. Sedikitnya 403 hektare sawah yang tersebar di wilayah Kabupaten Purworejo mengalami kekeringan.

Dari data yang dihimpun, petani terutama di kawasan tadah hujan dan hilir sistem irigasi, kesulitan mencukupi kebutuhan air sejak dua bulan terakhir. Para petani terpaksa menggunakan mesin pompa dan membuat sumur bor untuk mengairi sawah. Kondisi ini diperparah dengan minimnya modal yang dipunyai para petani, mereka terpaksa pasrah dengan keadaan.

"Sangat sulit mendapatkan air, terlebih Saya tidak punya pompa, jadi tidak bisa mengairi. Juga tidak buat sumur bor karena biayanya mahal," ungkap petani di Desa/Kecamatan Bagelen, Bambang Edi, Jumat (6/7) siang.

Menurutnya, sawah di sisi timur Sungai Bogowonto itu hanya merupakan tadah hujan. Terdapat irigasi suplesi dari Bendung Gunung Butak, namun tidak lagi mengalirkan air sepanjang kemarau. 

Akibat kekeringan, pertumbuhan padi pada sawah yang tidak diairi pompa terhambat. Petani tidak bisa membersihkan gulma dan melakukan pemupukan.

"Pupuk diserap rumput dan pertumbuhan padi kalah. Produksi gabah anjlok," katanya.

Bambang menggarap sawah seluas 900 meter persegi. Pada kondisi normal, sawah itu menghasilkan sembilan karung gabah atau kurang lebih 400 kilogram.

"Tapi kali ini dapat satu karung gabah saja sudah mendingan, jika dihitung saya rugi, tapi lebih baik bawa pulang hasil daripada padi dibiarkan puso," paparnya.

Bambang berharap pemerintah membangun sistem irigasi untuk mencukupi kebutuhan petani. Pemerintah, katanya, pernah membuat pompa suplesi menyedot air Sungai Bogowonto, namun gagal beroperasi.

Sementara itu, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Eko Anang SW mewakili Kepala DPPKP Bambang Jati Asmara mengemukakan, dampak kemarau dialami petani di Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Bagelen, Ngombol, Bener, Kutoarjo, Butuh, Kemiri dan Banyuurip. Dampak paling parah dirasakan petani Ngombol seluas 110 hektare dan Purwodadi 102 hektare.

Berdasar pantauan petugas lapangan, intensitas kekeringan masih kategori ringan dan sedang.

"Kurang dari sepuluh hektare yang mengalami kekeringan berat, sawah puso juga dilaporkan seluas satu hektare di Kecamatan Purworejo," paparnya.

Kendati demikian, kurangnya pasokan air akan menyebabkan penurunan produksi. Sawah terdampak ringan diperkirakan turun 25 persen, sedang 25 % - 50 % dan berat 50 % hingga puso.

"Upaya menyelamatkan hasil hanya dengan pompanisasi, serta petani diimbau patuh dengan jadwal tanam sehingga musim selanjutnya tidak terdampak kekeringan," tandasnya.