Kejar Target, UPPD Tagih Wajib Pajak “Door to Door” dan Ikut Razia Polisi
Pemerintahan

Kejar Target, UPPD Tagih Wajib Pajak “Door to Door” dan Ikut Razia Polisi

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kantor Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) bekerjasama dengan bersama Satlantas Polres Purworejo, mengencarkan razia gabungan secara rutin dalam seminggu sekali. Razia tersebut dilakukan, untuk memacu dan menjaring kendaraan yang terlambat membayar pajak atau yang mendekati jatuh tempo.

Kepala UPPD Kabupaten Purworejo Ollyk Hendrarjanto menjelaskan, dalam sekali kegiatan operasi gabungan mampu mendapat pemasukan pajak rata-rata Rp 5 juta. Razia gabungan ini dinilai menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor.

Dari UPPD melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya taat membayar pajak kendaraan bermotor. Salah satunya, dengan rutin menggelar razia gabungan bersama Satlantas Polres Purworejo,” katanya, Selasa (09/07/2019).

Jika dalam razia ditemukan kendaraan melebihi jatuh tempo pajak dan tidak dibayar saat razia, kendaraan tersebut dapat ditilang. Pasalnya, tidak adanya pengesahan pajak dari kepolisian, sehingga tetap melanggar salah satu pasal dalam UU lalu lintas. Dimana mengatur bila pemilik kendaraan tidak melakukan kewajibannya, membayar pajak kendaraan setiap tahun dan per lima tahun, surat-surat kendaraan dianggap tidak sah. 

Penilangan bukan pada pajak mati, namun pada aspek keabsahan atau legalitas STNK,” ungkapnya, didampingi staf bagian Restribusi, Pendapatan lain dan Penagihan Irawan.

Diungkapkan, selain razia gabungan, pihaknya juga melakukan jemput bola, dengan mendatangi masyarakat yang belum membayar pajak secara door to door. Sedangkan sosialisas mengenai program ini juga digencarkan melalui media sosial baik Facebook, Instragram, maupun Twitter.

Menurut Ollyk, jumlah tunggakan pajak kendaraan bermotor dari bulan Januari hingga Juni 2019, mencapai Rp 3,2 miliar. Petugas kemudian melakukan penagihan door to door dengan persuasif dan secara tidak langsung juga melakukan pendataan.

Dari hasil penagihan door to door, dari Januari hingga Juni sudah cair sebanyak 45,67 persen, atau mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.

Dari penagihan door to door ini, sisanya berpotensi belum punya uang, meninggal dunia, rusak berat, hilang, serta tidak diketahui alamatnya,” paparnya.

Sebelumnya, wajib pajak diberikan SPKPPKB (Surat Pemberitahuan Kewajiban Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor), dikirimkan 30 hari sebelum jatuh tempo. Namun, saat ini surat tersebut dikeluarkan setelah jatuh tempo. Dalam pengiriman SPKPPKB, UPPD Purworejo bekerja sama dengan Kantor Pos dan FKPPI.

Sementara itu, target pemasukan pajak kendaraan bermotor di tahun 2019 ini, mencapai Rp 69,5 miliar. Hingga bulan Juni, pemasukannya sudah mencapai Rp 38,1 miliar, sehingga UPPD Purworejo tetap optimis target yang sudah ditentukan tersebut akan tercapai.

Kesadaran masyarakat Purworejo untuk membayar pajak kendaraan bermotor sudah sangat bagus. Kita juga sudah memperluas layanan, seperti di CFD (Car free Day), Samsat Sabtu malam Minggu, maupun Samsat Paten di Kutoarjo dan Pituruh, juga Samsat keliling,” pungkasnya.