Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Ajukan Penambahan Stok Air Bersih
Sosial

Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Ajukan Penambahan Stok Air Bersih

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Musim kemarau 2019 diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Menyikapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mengajukan penambahan jumlah tangki air bersih.

Pasokan air bersih diproyeksi bakal meningkat melihat kebutuhan dan lamanya masa kemarau tahun ini. BPBD juga telah menyiapkan perpanjangan Surat Keputusan (SK) Darurat Kekeringan di Kabupaten Purworejo.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Sutrisno, mengungkapkan, penambahan itu diperlukan mengingat jumlah yang disediakan dinilai masih kurang karena ada kemungkinan kemarau tahun ini akan lebih panjang.

"Jumlah tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter yang kita siapkan sesuai APBD murni sebanyak 374 tangki. Di perubahan kita ajukan lagi sehingga totalnya mencapai 1.728 tangki," kata Sutrisno, Kamis (11/7/2019) siang.

Penambahan ini disesuaikan dengan total pengiriman yang terjadi dalam kemarau 2018 dimana mencapai 1.143 tangki untuk melayani 58 desa. Adapun tahun ini jumlah desanya bertambah menjadi 60 desa yang tersebar di 11 kecamatan. 

"Dasar penentuan jumlah tangki tahun ini sebenarnya disesuaikan dengan data tahun 2017 yang hanya mengeluarkan 300 tangki saja," imbuh Sutrisno.

Adapun air yang dipergunakan untuk didistribusikan ke desa yang membutuhkan pasokan air bersih berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Purworejo. Meski demikian ada wilayah yang mendapat distribusi air menggunakan sumber non PDAM.

"Ada dua sumber lain yang dipakai yakni sumber di Medono Kecamatan Bener dan Gua Sumitro Kulonprogo untuk yang Kaligesing," tambahnya.

Sumber Medono digunakan untuk mensuplai air di Desa Medono, Jati, Cacaban Lor dan Desa Kamijoro di Kecamatan Bener. Sedangkan untuk Gua Sumitro biasanya untuk mensuplai air di Desa Donorejo dan Desa Tlogoguwo.

"Untuk Medono karena letak sumber yang ada di bagian bawah, sementara yang kekeringan ada di wilayah yang lebih tinggi dan berjarak sekitar 3 kilometer. Kalau yang Gua Sumitro karena tangki pengangkut air tidak kuat melalui tanjakan yang ada," tuturnya.