Isu Penghilangan Pelajaran Agama di Sekolah, IPNU Harus Bersikap
Pendidikan

Isu Penghilangan Pelajaran Agama di Sekolah, IPNU Harus Bersikap

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (PC IPNU) Kabupaten Purworejo menggelar Konferensi Cabang (KONFERCAB) di gedung pertemuan NU Kabupaten Purworejo Rabu (7/8) malam.

Ketua Umum PC IPNU Kabupaten Purworejo Faturrohman Wahid mengatakan, selain dalam rangka pergantian pengurus, kegiatan tersebut juga dalam rangka merespon isu pelajaran agama yang akan dihilangkan di sekolah-sekolah.

Jika isu tersebut benar, kami akan sikapi dengan melakukan pengawalan terhadap pelajar se-Kabupaten Purworejo melalui sistem kaderisasi sesuai dengan amanat organisasi. Yaitu menciptakan pelajar yang berpengetahuan luas dan berakhlak sesuai dengan kaidah-kaidah agama,” katanya saat memberi sambutan.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Syuriah NU Kabupaten Purworejo KH Habib Hasan Agil, yang mengungkapkan, ketika pelajaran agama di sekolah-sekolah itu dihilangkan IPNU harus mengambil sikap tegas. 

Pelajar hari ini harus tau bahwa bangsa Indonesia ini besar karena terdapat dua elemen tokoh Nasionalis dan Agamis yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga ketika ada yang mencoba ingin menghilangkan salah satu elemen tersebut, IPNU harus segera mensikapinya,” ujarnya.

Lebih lanjut Habib menambahkan, IPNU merupakan organisasi pengkaderan pelajar yang harus menjadi motor penggerak kemajuan NU dan Negara.

Diketahui, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 12 ayat 1 huruf a menyebutkan, anak didik berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Sehingga isu upaya untuk menghilangkan pelajaran pendidikan agama dari kurikulum menjadi bertolak belakang dengan perundang-undangan. (najib)