Tarik Wisatawan, BOB Kembangkan Borobudur High Land di Loano
Wisata

Tarik Wisatawan, BOB Kembangkan Borobudur High Land di Loano

Loano,(purworejo.sorot.co)--Badan Otorita Borobudur (BOB) telah meluncurkan destinasi wisata Glamping De Loano di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Februari 2019 lalu. Kini BOB juga akan mengembangkan kawasan Borobudur High Land yang berada satu lokasi dengan objek wisata Glamping De Loano tersebut.

Direktur BOB, Indah Juanita saat di lokasi objek wisata Glamping De Loano mengungkapkan, kawasan itu akan terus dikembangkan untuk menggaet para wisatawan baik domestic maupun mancanegara.

"Kita juga punya target kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara untuk DIY-Jateng sampai tahun 2019 ini," katanya, Kamis (15/08).

Dikatakan, di kawasan Borobudur High Land yang berada di perbatasan DIY-Jateng itu tengah membangun beberapa spot tambahan untuk memberikan opsi kunjungan lebih banyak kepada wisatawan. 

"Ini sedang kita kembangkan, selain Glamping De Loano nanti ada dua lokasi lagi yakni zona A2 dan A3. Di spot tersebut direncanakan akan dibangun tambahan kamar inap, kafe, dan amphiteater yang cukup besar,di kompleks wisata Glamping De Loano itu," ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa kawasan tersebut dikelola langsung oleh BOB itu sendiri, namun berdiri di lahan perhutani seluas 309 hektare. Kawasan ini dinamakan dengan Borobudur High Land. Pengembangan kawasan ini akan terus dilakukan sampai menghasilkan jalur wisata yang layak dipilih.

Menurutnya, jalur dari Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo menuju Candi Borobudur di Magelang memiliki potensi yang cukup baik. Di antaranya wisata bukit, gua, sejarah, flora-fauna, dan wisata budaya yang tidak kalah menarik.

"Tetapi kita akui potensi tersebut perlu sentuhan intens supaya dapat dikembangkan dan menarik wisatawan. Minimal ada kesiapan insfrastsruktur seperti jalan raya dan kemudahan transportasi untuk mengakses lokasi tersebut," paparnya.

Menurutnya, mengenai minat wisatawan untuk mengunjungi wilayah Borobudur High Land atau wilayah yang dikelola oleh BOB, sudah ada respon yang cukup positif. Karena hal itu terlihat dari banyaknya pengunjung Glamping De Loano.

"Untuk wisatawan yang berkunjung dan menginap di sini atau Glamping De Loano, kurang lebih 150 dalam satu bulan. Jumlah yang tidak sedikit jika melihat lokasi yang cukup jauh dan baru dikembangkan belum lama ini. Karena itu kawasan ini menjanjikan untuk dikembangkan," ucapnya.

Indah menambahkan, walaupun pembangunan dikebut tetapi pihaknya memastikan tidak akan meninggalkan atau menjadi pesaing masyarakat setempat yang juga berusaha menyediakan jasa wisata, seperti home stay, dan usaha kuliner maupun kerajinan tangan dan lainnya.

"Ya, jasa-jasa yang kami bangun dan tawarkan ini tidak menyaingi masyarakat. Kita sudah mengantisipasi itu, seperti dengan memberinkan range harga yang tinggi. Bahkan kami akan merangkul masyarakat untuk bekerjasama dalam melayani wisatawan," pungkasnya.