Terlilit Hutang, Oknum Karyawan Dealer Motor Nekat Kuras Tabungan Teman
Hukum & Kriminal

Terlilit Hutang, Oknum Karyawan Dealer Motor Nekat Kuras Tabungan Teman

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Akibat kesulitan untuk membayar hutang, seorang oknum karyawan salah satu dealer sepeda motor di Kabupaten Purworejo nekat membobol tabungan milik temannya. Pelaku diketahui berinisial GJD (29), warga Dusun Karangjati Rt 01/ Rw 04 Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip.

Dalam kasus ini, korban Venia Widya Primahana (23), warga Dusun Beteng Rt 01/ Rw 05 Desa Winong Lor Kecamatan Gebang, mengalami kerugian mencapai sekitar 13 juta rupiah .

Kapolsek Purworejo AKP Sukardi, menjelaskan, kasus ini berawal ketika korban dan pelaku berbincang dengan beberapa teman lainnya di tempat kerja sepekan lalu. Pelaku yang duduk di samping korban kemudian mengambil tas korban. Selanjutnya, pelaku langsung mengambil kartu ATM yang tersimpan di dalam tas korban yang tidak tertutup.

Usai mengambil kartu ATM milik korban, pelaku kemudian melakukan penarikan uang melalui beberapa lokasi mesin ATM hingga isi tabungan nyaris habis.

Tersangka mengetahui nomor PIN ATM korban karena sering melakukan transaksi bersama dengan korban. Pelaku mengambil uang dari ATM korban sampai Rp 13 juta. Di ATM korban tinggal tersisa Rp 134.000,” ujarnya Kamis (15/8).

Korban mengetahui tabungannya berkurang karena ada pemberitahuan dari m-banking yang mencatat ada penarikan tunai melali ATM. Karena merasa tidak melakukan enarikan, korban kemudian melapor ke Polisi dan berupaya memblokir ATM ke Kantor Bank di Purworejo. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentivikasi pelaku dari cctv di mesin ATM. 

Pelaku kita tangkap di tempat kerjanya siang tadi. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih hati-hati membawa barang-barang berharga. Terlebih ATM, jangan sampai orang lain tahu nomer PIN ATM miliki jita,” jelas Sukardi.

Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (najib)