Bagikan Ribuan Sertifikat Tanah, Jokowi Disambut Meriah Warga Purworejo
Peristiwa

Bagikan Ribuan Sertifikat Tanah, Jokowi Disambut Meriah Warga Purworejo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 3.800 sertifikat tanah dari program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) kepada masyarakat Purworejo di GOR WR Soepratman, Kamis (29/09/2019).

Presiden Jokowi yang ditemani Ibu Negara Iriana tiba sekitar pukul 11.50 WIB dan langsung disambut meriah masyarakat serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Bupati Purworejo Agus Bastian.

Dalam sambutannya Jokowi memaparkan, penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat tahun 2015 ada 967.490 bidang, tahun 2016 sejumlah 1.168.095, tahun 2017 sebanyak 5.402.950, dan tahun 2018 target 7 juta.

"Dari 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia, hingga tahun 2015 masih ada sekitar 80 juta bidang tanah yang harus diselesaikan. Jawa Tengah, ada 20 juta sertifikat yang harusnya dipegang masyarakat. Tetapi yang sudah selesai baru 12 juta hingga kini, masih kurang 8 juta lebih," katanya.

Jokowi juga berpesan agar masyarakat yang sudah memegang sertifikat untuk merawat baik-baik. Selain itu, jika sertifikat untuk digunakan jaminan hutang di bank tetapi dengan syarat untuk modal usaha. 

"Saya berpesan sertifikat yang sudah di pegang ini di rawat dan dijaga baik-baik. Lebih baik difoto kopi dan diletakkan di tempat yang berbeda untuk menjaga jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Kalau untuk hutang tetapi buat modal usaha ya, tidak apa-apa," ungkapnya.

Presiden Jokowi menceritakan saat ke berkunjung ke desa atau kampung maupun wilayah-wilayah banyak menemui permasalahan mengenai sengketa tanah. Contohnya, tanah rakyat dengan pemerintah, atau sebaliknya maupun tanah rakyat dengan perusahaan, namun ia mengakui tidak bisa berbuat apa-apa kalau belum atau tidak bersertifikat.

"Ya, saya tidak bisa bantu kalau tidak ada sertifikatnya. Kalau sudah pengang sertifikat ini kan enak, karena sertifikat tanda bukti atas tanah yang dimiliki. Seandainya ada orang yang mengaku memiliki tanah kalau anda sudah ada bukti sertifikat sampai ke pengadilan pun tetap menang," ujarnya.

Semetara itu Sunaryo (50) warga Desa Seberopasar, Kecamatan Ngombol salah satu warga yang telah mendapatkan sertifikat tanah mengaku senang dengan adanya program tersebut. Karena ia mengaku kalau tidak ada program tersebut mungkin belum memiliki sertifikat. Pasalnya jika menggurus sendiri harganya mahal hingga jutaan rupiah.

"Saya senang sekali karena kalau buat sendiri habis berjuta-juta. Tanah saya ini sekitar 90 ubin yang per ubin sekitar 14 meter," katanya.