Kritik Mahasiswa Seputar Hari Pers, Kinerja Pemkab Ikut Disinggung
Peristiwa

Kritik Mahasiswa Seputar Hari Pers, Kinerja Pemkab Ikut Disinggung

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mustofa Mansur serukakan wartawan untuk mentaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Menurut Mansur momentum HPN 2017 menjadi penting untuk direfleksikan bersama di tengah santernya berita hoax yang kian menghantui masyarakat.

Hal itu dirinya sampaikan saat berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa di basecamp PMII, Jalan Kartini Nomor 23a Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kamis (09/02/2017) malam. Meski hanya diikuti oleh segelintir anggota PMII, namun diskusi mengalir dan syarat akan dinamika.

Saat ini banyak berita-berita hoax yang menjadi momok bagi masyarakat, hal itu patut kita sikapi bersama agar penyakit akut ini mampu diminimalisir dengan bijak,” katanya, Kamis malam

Menurut Mansur, jika seluruh elemen media dengan wartawanya menaati KEJ, maka berita-berita hoax akan mampu diminimalisir bahkan dihilangkan. Persoalannya, kata dia, hari ini begitu mudah sesorang untuk mengaku sebagai wartawan meski mereka tidak memiliki media yang jelas, khususnya di Purworejo. 

Saya coba analisa, di Purworejo saja mempunya wartawan yang sangat banyak, entah mereka mempunyai media atau tidak, tapi mereka dengan bangga mengaku menjadi wartawan. Ini kan aneh,” katanya.

Lebih jauh Mansur menilai, 11 pasal yang ada didalam tubuh KEJ begitu sakral dan seyogyanya ditaati oleh seluruh pelaku media. Persoalan informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat jangan sampai ternodai oleh oknum-oknum wartawan yang tidak mematuhi kaidah KEJ.

”Jelas Pasal 2 KEJ berbunyi wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Cara yang professional inilah yang harus kita catat bersama. Selain itu pada Pasal 6, wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. Ini juga perlu dijaga, dimana sering kita dengar isu saweran wartawan di Purworejo. Miris,” katanya

Hal itu, jelas Mansur, menjadi catatan penting bagi pemerintah kabupaten untuk turut serta berperan merapikan kompisisi wartawan yang ada di Purworejo.

Saat Dewan Pers berbenah, maka seharusnya Pemkab melalui Humas juga harus merapihkan komposisi wartawan yang ada di Purworejo. Jangan sampai media hanya dijadikan alat merampok yang sistematis,” tegasnya.

Sementar itu, Ketua I Bidang Kaderisasi PMII, Dana Nur Sehat dalam urainya berpesan, hendaknya masyarakat harus jeli menerima informasi dalam bentuk berita. Jangan mudah termakan isu dan turut menyebarkan isu yang belum tentu kebenaranya. Dana berpendapat, BERITA-berita hoax cepat menyebar ditengah masyarakat lantaran masyarakat itu sendiri mudah terprovokasi tanpa memahami isi teks yang terkandung dalam sebuah berita.

Jika ada berita dimedsos, hendaknya dianalisa (analisa media) terlebih dulu dan jangan dikunyah mentah-mentah, pahami dan cari informasi penyeimbang, agar kita tidak mudah termakan berita hoax,” katanya.

Selain itu, minimalisir membaca berita atau informasi dari akun-akun atau media yang abal-abal, cari informasi yang layak konsumsi dan dapat dipercaya,” tandasnya.

Temukan dan langganan berita lainnya di Google News, Sorot Purworejo.