Purworejo Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengungkapkan, wilayah Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Dirinya berharap masyarakat memiliki kewaspadaan dini dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu utamanya saat musim hujan.
Dikatakan Yuli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo sudah memetakan daerah rawan bencana di Tahun 2020. Pemetaan yang dilakukan BPBD menunjukkan ada 10 kecamatan berpotensi rawan longsor, 3 kecamatan rawan tsunami dan 13 kecamatan rawan banjir.
Rawan longsor meliputi kecamatan, Gebang, Bagelen, Bruno, Kutoarjo, Bener, Kaligesing, Purworejo, Kemiri, Pituruh, Loano. Rawan tsunami meliputi Purwodadi, Ngombol, Grabag. Sedangkan rawan banjir meliputi Gebang, Bagelen, Bruno, Kutoarjo, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Grabag, Purwodadi, Ngombol, Butuh, Kemiri, Pituruh.
Berbagai upaya antisipasi bencana untuk bencana tsunami sudah dilakukan seperti dengan menyusun rencana kontijensi tsunami, peta risiko tsunami, peta bahaya tsunami, peta rencana dan jalur evakuasi bencana tsunami. Selain itu, BPBD juga memasang rambu evakuasi, papan peringatan dini dan peta jalur evakuasi di tempat strategis.
Selain itu, di pusat keramaian pantai telah dipasang alat EWS Tsunami, sosialisasi karakter tsunami dan bahayanya, melakukan simulasi mandiri dan gladi lapang pelebaran dan pengerasan jalan jalur evakuasi.
Kami lakukan uji alat EWS tsunami setiap tanggal 26. Kami juga membentuk desa tangguh bencana (Destana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di semua daerah rawan bencana,” ujarnya, Kamis (6/2).
Sebagai antisipasi bencana longsor, pihaknya telah memasang EWS longsor, penyuluhan daerah rawan bencana di masyarakat dan dunia pendidikan, menyusun peta risiko longsor, menyusuan peta rencana dan jalur evakuasi dengan memasang rambu evakuasi dan papan peringatan dini di tempat strategis rawan longsor. 
Sedangkan antisipasi banjir,BPBD telah menyusun peta risiko dan bahaya banjir sosialisasi di daerah rawan bencana banjir, memasang CCTV di pinggir sungai, simulasi mandiri dan gladi lapang, menyusun dokumen renkon menyelenggarakan Posko 24 jam dan monitoring daerah rawan bencana.
Upaya penanggulangan bisa ditinjau dari beberapa aspek yakni kelembagaan SDM peralatan dukungan Pemda terhadap upaya mitigasi dan bantuan serta evakuasi saat terjadinya bencana,” tandasnya.

