19 Kali Menikah, Kyai Merah Hidup Damai dengan 4 Istri
Purworejo, (sorotpurworejo.com)--Banyak istri banyak rezeki. Itulah salah satu prinsip hidup Muh. Edi Suryanto (42) yang akrab dipanggil Kyai Merah atau Kang Mamat warga RT 02/RW 01, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo.
Ungkapan tersebut memang pantas disematkan untuknya. Sebab ia kini memiliki 4 orang istri, tetapi tetap bisa menghidupi keluarga dengan baik. Eloknya, mereka rukun nyaris tanpa ada perselisihan antara istri yang satu dengan istri yang lainnya.
Hebatnya lagi ia bisa hidup berdampingan dan berbagi antara istri yang satu dengan istri lainnya dengan kondisi rumah tangga tentram dan damai.
"Istri-istri saya alhamdulillah guyup rukun. Tetapi sesekali ada berantem itu wajar, namanya juga manusia. Karena bunga kehidupan dan saling cemburu itu menandakan betapa besar cinta diantara mereka kepada saya. Orang yang menikah pasti mengalami begitu. Istri saya yang pertama sudah meninggal dan yang sekarang empat itu satu tinggal bersama saya, yang kedua di Jakarta dan yang ketiga di Singapura, serta yang terakhir di Yogyakarta. Cara membagi waktu buat mereka ya saya setiap minggu pasti mengunjungi istri-istri biar adil," kata Kyai Merah, Kamis (09/01/2017).
Sebenarnya Kyai Merah tidak hanya menikahi 4 orang istri, tetapi sudah menikah sebanyak 19 kali. Karena dalam agama Islam tidak diperbolehkan menikah lebih dari 4 istri, maka ia sekarang hanya menyisakan 4 orang istri saja. 
"Empat orang istri dan tidak boleh lebih sekali jalan. Tetapi kalau ada yang cerai atau meninggal boleh nikah lagi untuk dapat menjadi genap 4 istri," ungkapnya.
Hingga kini Kyai Merah telah dikaruniai 13 orang anak, 8 diantaranya tinggal serumah dengannya. Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari ia berdakwah sambil berkarya. Kyai Merah saat ini juga merupakan pemimpin Majeleis Dzikir Nurul Kodiri dan pendiri Bintang Gajah Gajah Group (BG3).
"Di bidang dakwah saya sambil berkarya dan sekarang saya memiliki komunitas Bintang Gajah-Gajah yang kegiatan meliputi bidang sosial dan belajar serta berkarya yang meliputi lintas semuanya," tambahnya.
Ia menceritakan bagaimana keluarganya dapat hidup guyup rukun dan bisa menerima dirinya. Salah satu kuncinya adalah dengan berlomba-lomba berebut salah. Sebab secara prinsip, tutur Kyai Merah, dengan berebut salah akan ketemu kebenaran. Sebaliknya jika berebut kebenaran maka yang diperoleh hanyalah kesalahan.
Diceritakan, beberapa hari kemarin bersama anak istrinya, Kyai Merah juga sempat mengunjungi istri keempat atau istri ke-19 lantaran sedang sakit.
Biasa saja, nyatanya semua bisa tetap akur,” tutupnya.

